HUT OPM, Tak Ada Pengibaran Bendera Di Papua Barat, Generasi Muda Papua Di Jawa Timur, Ngopi Bareng” Tidak Ada Negara Di Dalam Negara


Jatim Jurnalexpress.com
1 Juli merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM), tanggal itu merupakan hari kemerdekaan bangsa Papua bagi mereka yang bersebarangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk kali ini, tidak ada aktifitas, baik pengibaran bendera atau aksi yang terjadi di Papua Barat.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing melalui Kabid Humas,AKBP Adam Erwindi menegaskan, untuk mengatisipasi hal itu pihaknya telah melakukan patroli siaga berskala besar di setiap kabupaten/ kota di Provinsi Papua Barat.

“Kami galakan patroli skala besar untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan oleh kelompok tersebut. Aparat gabungan TNI/Polri siaga dengan patroli. Tidak hanya di Manokwari, namun terjadi serentak di Papua Barat,” kata Adam, kepada Balleo News Rabu (1/7).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini wilayah Papua Barat tidak ada yang melakukan upacara atau ibadah oleh kelompok tertentu dalam memperigati HUT OPM.

“Tidak ada perayaan HUT OPM. Kami sudah antisipasi semua, mulai dari gelar patroli di titik yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas. Dari malam hingga kembali malam ini situasi aman dan kondusif,” tegasnya.

Terkait adanya pengibaran bendera bintang kejora, pihaknya hingga kini belum memeperoleh laporan .

“Saya cek dulu, para kapolres di masing- masing kabupaten/kota di Papua Barat ada atau tidak kelompok ini mengibarkan bendera bintang kejora. Situasi Papua Barat terbilang aman dan terkendali. Saya menghimbau, masyarakat di Papua Barat untuk bersama menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan damai. Kami harap, warga di daerah ini tidak terpancing isu provokatif yang mencoba menggangu situasi Kamtibmas di provinsi ini,”

Masalah Papua yang seakan tidak pernah berhenti menjadi isu politik bagi kelompok- kelompok Tertentu untuk kepentingan destruktif dalam sekala Nasional, tidak luput menjadi perhatian aktifis Senior, MH, Imam Ghozali

Ghozali mengungkapkan” Pada thn 1997 sampai 2004,gejolak masala di Papua tidak bisa menyentuh kalangan Aktifis Papua di Jawa, namun saat ini malah banyak rekan rekan Aktifis yang begitu mudah terprovokasi membawa isu Papua dengan demo-demo mahasiswa Papua di Jawa, bagi saya itu menjadi aneh”

Di tengah keseharian sebagai Advokat Luhur Kedaton, MH Imam Ghozali pada pada erahnya saat Kuliah di Malang Lebih di kenal dengan Pengadilan Asad Usudullah AF, mengatakan kalau ” Masalah Papua Merupakan Papua Susah- susah Mudah”

Ia menjabarkan” Masalah Papua menjadi Rumit, karena ada distorsi pemahaman sejarah antara generasi lama dan generasi baru saat ini, terlebih dengan munculnya propaganda- propaganda yang beraroma SARA”Ujarnya

Pendiri Luhur Kedaton tersebut mengatakan “propaganda Politik dan SARA tersebut bukan hanya dari Luar Papua, akan tetapi juga dari dalam Papua sendiri yang di lakukan para Pimpinan KKB maupun OPM dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan yang masif dari generasi mudah Papua”
Situasi ini menuntut kejelian dan sikap kritis dari saudarah- saudara kita para aktifis Mudah yang saat ini belajar di jawa, khususnya di Jawa Timur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *