Kesal Karena Permasalahan Tanahnya Tak Kunjung Usai, 1 Keluarga Ngluruk Balai Desa Tegalsari-Widanf


Tuban,Jurnalexpress.com- Diduga Lantaran merasa di persulit dalam hal pelayanan publik oleh Kades Tegalsari kecamatan Widang kabupaten Tuban, Ibu tua Juwariyah beserta keluarga mendatangi balai desa Tegalsari kecamatan Widang kabupaten Tuban 22/06/2021 Pagi.

Awalnya memang di sambut baik oleh Kades Tegalsari, akan tetapi tetap janji untuk membuatkan ketikan surat dari desa tak kunjung selesai.

Menurut Ahmad Yasin Sambutan yang baik dari pemdes Tegalsari ini merupakan awal dan selanjutnya Pengurusan Pembuatan legal hukum Sertifikat tetap akan di teruskan kepada proses pelegalan tanah Juwariyah, iapun tau pemilik tanah dusun Mbaran Desa Tegalsari kecamatan Widang tersebut.

” Dan jika nantinya kades ( SY ) terbukti telah mempersulit pelayanan publik, maka di duga telah melanggar UU RI No.25 tentang Pelayanan Publik. ” Kami meminta Kepada Bupati Tuban yang baru Aditiya Halindra faridzkiy untuk mencabut SK Kades Tegalsari dengan masalah penyerobotan Lahan warganya sendiri dengan cara mempersulit pelayanan administrasi untuk pihak ahli Waris Juwariyah Sriani,” imbuhnya.

Telah di beritakan sebelumnya perkara tersebut bermula dari persengketaan kepemilikan hak atas tanah antara ahli waris kedua anak Juwariah yakni Serimah dan Srini beberapa bulan lalu.
Pemerintah desa Tegalsari hingga kini menjadi perhatian publik, apalagi beberapa bulan yang lalu sebagai terlapor atas kasus serupa di polres Tuban sesuai di kutip Oleh media Suara Indinesia kurang lebih 2 bulan lalu.

Dan pihak Juwariyah ahli waris tetap berjuang untuk mendapatkan haknya atas tanah berdasarkan bukti bukti kepemilikan,atas tanah pekarangan rumah. SPPT sebagai bukti pemecahan lahan yang tidak tahu asalnya.

35.23.100.007.004-0095.0 luas 405 M2 .a/n: sakip ( almarhum ) / juwariyah istri Sakip yang di duga dipersulit pengurusannya untuk menjadikan Berbadan hukum ( bersertifikat ),
akan tetapi anehnya lagi tanpa sepengetahuan Juwariyah tanah tersebut sudah terbelah jadi 2 petak,seperti gambar di bawah ini.

Gambar tanah lokasi Juwariyah 405 M2 yang di belah tanpa kordinasi oleh pemilik hak.
Dan saat kades di tanya Juwariyah, malah jawab tidak tahu menahu tetang tanah sudah di belah di jadikan dua bidang itu.

Aroma dugaan keberpihakan kades Tegalsari semakin kuat seperti telah di ketahui sebelumnya bahwa kades Supriyono di duga mempersulit atas pelengkapan Surat Pernyataan Ahli Waris. Dia tidak mau melayani serta tidak bersedia melayani warga masyarakatnya untuk memberikan pelayanan tercepat dan prosodur Persyaratan untuk melegalkan tanah Tersebut.

Reaksi keras dari dua Aktivis Yasin dan beberapa awak media membantu untuk menjembatani permasalahan yang bertahun tahun tak kunjung usai.
Administrasi dari desa namun di ulur ulur pada Surat Pernyataan jual beli dan hak sudah jelas, akan tetapi Kades di duga memperlambat penanganan yang diduga dipersulit pengurusannya untuk menjadi Hak Baru / SHM.

Harapan Juwariyah selaku pemilik tanah tersebut ingin cepat bisa selesai melegalkan secara berbadan hukum ( bersertifikat ) agar tidak ada gejolak di kemudian hari.
Kepada Pihak Pihak aparatur penegak terkait agar supaya bisa untuk meluruskan memberi keadilan. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *