Tape Lontar, Produk Unggulan Baru Desa Lawanganagung Sugio Lamongan


Lamongan,JurnalExpress.com – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau yang biasa di sebut UMKM adalah jenis usaha yang didasarkan pada pengolahan mandiri pada masyarakat untuk memajukan ketrampilan hingga menghasilkan upah ( uang ).
Desa Lawanganagung kecamatan Sugio pun tidak mau berdiam diri,terus belajar dan mengasah kemampuan dan ketrampilan dengan mengolah produk dari alam sekitar yang sekiranya dapat menjadi tambahan penghasilan di era Pandemi Covid.

TAPE LONTAR adalah gagasan baru yang di cetuskan oleh kepala desa ( kades ) Lawanganagung Suisno. Menurutnya tape di dasarkan dari banyaknya masyarakat Lawanganagung yang menanam ubi kayu ini di tiap tepi sawahnya. Tanpa ada proses lainya selain di goreng. Ide pembuatan TAPE LONTAR ini muncul saat pertengahan puasa Ramadhan.

” Ide ini saya dapatkan ketika saya melihat banyaknya singkong yang di tanam petani di sini, dan saya melihat banyaknya daun pohon lontar yang tidak laku. Jadi saya ambil inisiatif tape dengan wadah dari daun lontar ( besek ) ,sehingga ketika tapenya di taruh di wadah tersebut baunya harum karena di bungkus daun lontar,dan juga daun lontar jadi laku”, tutur kades Suisno.
Di mulai dari pk RT dusun Kumisik bernama Ubetdillah yang mengerjakan proses pembuatan tape lontar ini, di pasarkan di kalangan lingkup sekitar desa, dan ternyata laku.

Sebelum tape lontar ini muncul,produk unggulan dari UMKM desa Lawanganagung sudah lebih dulu memunculkan produk EMPING JAGUNG. Produk yang di komando oleh Bu Kades Cholifah dengan ibu ibu PKK. Kini emping jagung menjadi primadona dan sudah menyebar ke pelosok desa lainya,bahkan kini banyak mendapat orderan. Bekerja sama dengan Bumdes Mekar Jaya milik desa Lawanganagung sendiri.

Ide cerdas dan kreatif yang di miliki kades Lawanganagung tidak hanya berhenti sampai di situ, masih ada satu hal lagi yang ingin di kembangkan.
Yakni tempat pemancingan ikan, yang nantinya karcis masuk akan mendapatkan bingkisan berupa Snack emping jagung,tape dan Aqua.
Semoga ide kreatif ini dapat terus berkembang guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Terutama di era pandemi dan musim paceklik nanti.
( Pri/ Er )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *