PSHT ATAU PSHTPM JANGAN ADA PEMBOHONGAN PUBLIK

Tana Paser Jurnalexpress.com Untuk diketahui, Dinamika oraganisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ada 4 implikasi hukum, Pertama : Sengketa keabsahan pengurus PSHT hasil perapatan luhur. Kedua: Sengketa Hak merek antara PSHT dengan Personal Isbiantoro, Ketiga : Sengketa Badan Hukum dan Keempat : Sengketa yayasan PSHT
Berawal Pada tahun 2016, organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melaksanakan amanat AD/ART dengan melaksanakan parapatan luhur (mubes). Hasil mubes ditetapkan Ir. R.B Wiyono sebagai ketua majelis luhur PSHT dan DR. Ir H. Muhammad Taufik, SH, M.Sc sebagai ketua umum PSHT. Selanjutnya, Ketua umum PSHT mengangkat R. Murjoko, HW sebagai ketua harian.
Namun patut disayangkan, Pada tahun 2017 kegaduhan terjadi di tubuh PSHT. Berawal dimana ketua harian R.Murjoko, HW mengaku sebagai ketua umum PSHT dengan cara melaksanakan parluh tandingan (kudeta) yang tidak ada diaturan dan menyalahi AD/ART. Parapatan luhur 2017 melanggar pasal 14 ayat 1. Parapatan luhur diselenggarakan oleh Majelis Luhur dan Pengurus Pusat sekali dalam 5 tahun.
Menurut Muhammad Solihin ketua PSHT hasil parluh 2016, pernyataan saudara Wa’an pada media cetak Kaltim Pos (27/04/2021) Hal. 17 dengan menyatakan ada PSHT palsu atau abal-abal diluar kepemimpinanya, Hal itu merupakan pembohongan public, pengkaburan putusan hukum dan pencemaran nama baik organisasi PSHT. Saudara Wa’an terlihat tidak memahami permasalahan putusan hukum dengan mencampur adukan semua putusan sengketa hukum tanpa melihat implikasi hukum masing-masing.
“Bagaimana bisa saudara Wa’an menyatakan PSHT palsu atau abal-abal, padahal putusan hukum tidak pernah ada yang menyatakan statemen seperti itu. Harusnya sebagai pemimpin tidak asal bicara apalagi tanpa dasar hukum. Tentu hanya akan menimbulkan provokasi anggota PSHT yang tidak paham dinamika hukum terjadi di tingkat pusat dan hanya akan membuat kegaduhan dan memperkeruh suasana di daerah.” Seperti diungkapkan Muhammad Solihin.
Selanjutnya Solihin menjelaskan, dua kubu yang berkonflik saat ini sebenarnya sudah berbeda legalitas hukumnya. Ada PSHT dan PSHT Pusat Madiun (PSHTPM), berikut penjabaran putusan hukum:
1. Hasil keabsahan parluh PSHT Tahun 2016, digugat oleh kubu 2017 yang diwakili oleh Wahyu Subakdiono dkk, Hasilnya DITOLAK. Incrah pada putusan mahkama agung dengan putusan kasasi No. 1712.K/PDT/2020 Tanggal 23 Juli 2020 . Artinya PSHT parluh 2016 sah dan legal, harusnya tidak boleh ada lagi organisasi yang mengaku-ngaku sebagai organisasi PSHT.
2. Kubu 2017 memiliki badan hukum dengan nomer AHU-0003368.AH.01.07. Berbunyi Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PSHTPM) Tanggal 25 Februari 2017. Sedangkan kubu parluh 2016 memiliki badan hukum dengan nomer AHU-0010185.AH.01.07 Tanggal 26 september 2019, berbunyi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Bedasarkan legalitas hukum, kedua kubu memiliki Badan Hukum yang BERBEDA.
3. PSHTPM didirikan oleh saudara Bagus Rizki Dinarwan dkk dan secara resmi telah diserahkan R. Murjoko HW pada hari minggu tanggal 15 juli 2018. Artinya kepengurusan saudara Waan di Cabang Paser yang berkiblat kepada saudara R.Murjoko HW sebagai ketua umum bukan PSHT akan tetapi PSHTPM berdasarkan legalitas dasar hukum yang ada.
4. PSHTPM memiliki sertifikat perlindungan merek kelas 41dan PSHT telah memiliki hak kekayaan yang telah didaftarkan di dirjen HAKI secara lengkap (Senam, Jurus, Kripen, Belati, Toya, Ubo Rampe Pengesahan, dan Pemeriksaan ayam jago). Artinya hak merek PSHT dan PSHTPM berbeda.
5. Putusan keabsahan kepengurusan yayasan PSHT telah Incrah pada tingkat kasasi nomer : 3588 K/Pdt/2019 Gugatan Kubu 2017 yang diwakili oleh Issoebiantoro DITOLAK
Maka diharapakan aparat keamanan, pemerintah daerah, DPRD, IPSI, KONI dan dan instansi terkait, dapat bersikap bijak dalam memahami dinamika PSHT bedasarkan hasil putusan hukum tetap, bukan hanya laporan sepihak. Jika dimungkinkan mengundang kedua belah pihak yang berselisih untuk audiensi menujukan legalitas hukum keduanya.
Kacab pasir sholikin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *