Peran Pemimpin Milenial Dalam Menghadapi Era Transformasi

Peran Pemimpin Milenial Dalam Menghadapi Era Transformasi

 

Cimahi | Jurnalexpress.com,- Pemuda merupakan tulang punggung pembangunan di masa sekarang dan yang akan datang. Hal ini telah diyakini oleh para pemimpin besar sejak dahulu. Bahkan negara-negara maju di seluruh dunia memberikan perhatian khusus bagi pengembangan sumber daya manusia khususnya pemuda. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang perlu secara bertahap dan konsisten memberikan perhatian khusus terhadap para pemudanya. Artinya saat ini bebicara tentang seputar pemuda, maka fungsi peran pemudalah yang dituntut. Seperti apa sih peranan kita sebagai pemuda? Banyak dari sebagian pemuda kita tidak menyadari bahkan mengetahui apa peran mereka. Padahal, mereka memiliki peranan yang sangat penting, sehingga hanya merekalah yang bisa menentukkan masa depan dari bangsa. Dalam konstitusi tepatnya Peraturan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Nomor 11 tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, bahwa pemuda yang dimaksud ialah penduduk berkewarganegaraan berusia rentang 16 sampai 30 tahun, yang memiliki amanah utama dalam melakukan penyadaran, pemberdayan dan pengembangan dalam ruang lingkup masyarakat serta berkontribusi terhadap lingkungan sekitar di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan lain-lain.

Nah, pertanyaan baru pun muncul kembali ; bagaimanakah pemuda memaksimalkan peran dan fungsinya serta potensi yang dimiliki dalam menghadapi tantangan kekinian kaitannya dengan kondisi berbangsa dan bernegara yang terus mengalami perubahan nan dinamis? Untuk menjawabnya kita perlu sejenak memahami perubahan yang saat ini pun terus terjadi, seperti yang sudah kita ketahui bersama dunia saat ini telah mengalami proses transformasi dari era kuno menjadi era dengan serba digitalisasi dengan dukungan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu massif, secara tidak langsung mempengaruhi semua aspek kehidupan tidak terkecuali mobilitas pemuda saat ini. Dalam hal ini pemuda pun dituntut untuk terus menelurkan gagasan/ide, meningkatkan kualitas dan kapabilitas diri, mampu beradaptasi dengan pengetahuan-pengetahuan baru, yang nantinya diharapkan pemuda dapat terus mewujudkan inovasi-inovasi sekaligus menjadi problem solving dari setiap tantangan dan rintangan yang terhampar dipelupuk mata.

Inilah salah satu entry point yang dimaksud perihal perubahan dan tantangan yang dimaksud, yang harus diterima oleh pemuda yang termasuk dalam era saat ini. Sperti halnya teori yang sudah sering kita dengar dari seorang ahli dari Inggris, yaitu Thomas Hobb, bahwa “ sesungguhnya manusia itu sendiri memiliki dua variable entitas yaitu sebagai entitas individu dan entitas komunal/kelompok”. Jika merujuk pada teori lawas ini dapat kita menduga bahwa untuk melakukan lompatan besar termasuk juga sebuah perubahan, akan jauh lebih efektif jika dilakukan oleh manusia yang berkelompok atau secara bersama-sama, tidak terkecuali casenya kalau kita tujukan terhadap pemuda. Jika pemuda ingin mewujudkan sebuah perubahan yang monumental, dengan gagasan/prinsip/idenya juga ikut terakomodir, sekiranya pemuda perlu melakukannya secara bersama-sama, nah, apakah dengan cara bersama cukup untuk menggapai tujuan tersebut? Disinilah kita perlu satu variabel lagi, yaitu variabel pemimpin.

Jadi pemimpin adalah poin penting dalam kepemudaan, pemimpin yang nantinya akan menjadi nahkoda bagi pemuda-pemuda lainnya dalam menghimpun ide-ide segar dan konsep pembangunan masyarakat, menjadi seorang pemimpin dari kalangan pemuda tentu saja tidaklah hal yang mudah serta memiliki tantangan yang begitu kompleks. Diantara semuanya pemimpin muda dapat memenuhi beberapa prasyarat ; Pertama, memiliki visi yang jernih. Sebagai seorang pemimpin, itu harus memiliki target yang jelas sehingga sistem kerja dapat disusun dengan baik dan dengan tahapan yang berkesinambungan. Kedua, memiliki kegigihan untuk mencapai target, Ketiga, bersikap kritis dan analistis. Mengapa harus demikian? Karena sebagai seorang pemimpin yang baik, sudah menjadi sebuah keharusan untuk menggunakan pola fikir yang sistematis, sehingga dapat merumuskan sebuah tindakan nan solutif dalam keadaan apa pun. Keempat,, sarat akan pengetahuan dan memimpin dengan memberikan contoh bukan hanya dengan intruksi. Kelima, membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang sekitarnya. Dengan kata lain, kita sebagai pemimpin harus memiliki integritas agar dapat dipercaya.

Jadi dengan kata lain, kunci kesuksesan pembangunan sebuah negara beserta dengan pembangunan sumber daya manusianya adalah terletak pada kemampuan pemudanya untuk mengelaborasi kapasitas, kapabilitas dengan dipadu gagasan yang visioner serta besinergi dengan keadaan atau tantangan yang secara konstan terus mengalami perubahan, semua itu jika para pemuda dipimpin oleh seorang pemimpin yang memenuhi kualifikasi seperti yang telah dijabarkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *