PENTINGNYA REVITALISASI ASET USAHA PERTANIAN

PENTINGNYA REVITALISASI ASET USAHA PERTANIAN

 

 

Jakarta | Jurnalexpress.com,- Telah menjadi keprihatinan kita semua bahwa Indonesia dikenal dengan sebutan tanah surga, tongkat dan batu jadi tanaman tapi banyak lahan tidur atau lahan kosong yang tidak terkekolah dengan baik, alam Indonesia yang sumbur tidak dikelolah dengan baik, justru banyak prngangguran di tanah yang sumbur tersebut.

 

Karena sumber daya alam adalah aset utama yang potensian untuk membangun ekonomi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dadung Hari Setyo  Ketua Umum Komunitas Usaha Pertanian SUTA Nusantara yang sudal 10 tahun lebih malang melintang dipertanian Yang sekaligus sebagai Ketua Umum Perkumpulan Nadan Usaha Milik Masyarakat Adat Nusantara mengupas pentingnya revitalisasi aset usaha pertanian sebagai berikut,

Menurut Dadung yang biasa di sapa Masda, dunia usaha pertanian di Indonesia sudah saatnya menerapkan manajemen usaha yang modern, dan perlu diajarkan kepada para petani kita, terutama tentang manajemen pengembanhan dan pengelolaan aset usaha pertanian, karena problem utamanya petani adalah rendahnya ekonomi dan kesejahteraan keluarga petani, yang dikarena menyusutnya aset usaha pertanian para petani, menyusutnya kepemilikan lahan, menyusutnya kompetensi usaha dan kerja petani.

Baik aset itu terbagi karena kebutuhan ekonomi keluarga maupun rendahnya produktifitas lahan pertanian yang,akhirnya lahan jadi mangkrak.

Karena itulah revitalisasi pengembangan dan pengelolaan aset usaha pertanian perlu diperkenalkan kepada par petani agar aset usaha pertanian dapat bernilai secara ekonomi, perlu di nilai aset usaha pertaniannya, tidak cukup kajian dan analisisnya hanya masalah produktifitas tapi harus menyentuh kepentingan usaha pertanian jangka panjang.

Kami berharap, tata guna dan fungsi lahan pertanian sebagai aset dasar usaha pertanian harus dapat dikembangkan secara jangka panjang. Jadi tidak cukup berupa proposal dalam mengajukan rencana kegiatan usaha pertanian untuk saat ibi dan kedepan, harus berupa studi kelayakan yang memiliki basis penilai ekonomi jangka pendek, menengah dan panjang.

 

Kamipun saat ini banyak merangkul untuk kerjasama dengan beberapa apresial atau jasa penilaian publik yang fungsinya adalah membuat perencanaan dalam bentuk studi kelayakan ( Visible studi ) untuk merevitalisasi aset aset usaha tani dan agribisnis di lingkungan Komunitas Usaha Pertanian SUTA Nusantara, ujar Dadung menutup pembicaraannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *