LSM Penjara Indonesia Dampingi Warga Yang Tidak Terima Di Nyatakan Covid 19 Ke Pukesmas KarangKembang Babat


Lamongan,Jurnalexpress.com – Setelah dinyatakan positiv Covid 19, SN yang merupakan warga desa Kuripan Kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur, dan didampingi DPC LSM Penjara Indonesia Lamongan beserta DPD Penjara Indonesia Jawa Timur mendatangi Puskesmas ( PKM ) Karang Kembang Kecamatan Babat.22/3/21.

Kedatangan Keluarga pasien yang didampingi Lsm Penjara Indonesia tersebut menuntut agar pihak Puskesmas ( PKM ) secepatnya membersihkan nama pasien yang sebelumnya di nyatakan Covid – 19.

Hal itu diungkapkan Wardah Sekretaris DPD LSM Penjara Indonesia, Jawa Timur yang didampingi DPC Penjara Indonesia Lamongan dan keluarga pasien. Audensi dengan pihak puskesmas Karang kembang juga dihadiri oleh sejumlah pejabat wakil dari Dinkes Lamongan, Camat Babat, Danramil,Polsek dan Polres di ruang lantai dua PKM Karangkembang Babat.

“Pernyataan Covid – 19, terhadap pasien dari desa Kuripan tersebut sangat merugikan keluarga pasien, baik moril maupun matriil. Untuk itu di minta agar pihak puskesmas segera melakukan pembersihan nama pasien, agar tidak berkepanjangan”,Ungkap Wardah saat dikonfirmasi Jurnalexpress.com

Menurut Wardah dengan kejadian ini diharapkan pihak puskesmas supaya meningkatkan pelayanan agar lebih baik sehingga tidak ada lagi keluhan dari pasien.
Sementara Danu Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kabupaten Lamongan mengucapkan terimaksih atas respon cepat Dinkes serta Puskesmas Karangkembang juga Tim Satgas Gugus Tugas Kecamatan Babat, untuk melakukan audensi dan klarifikasi terkait Pasien dari desa kuripan.

Senada dengan hal itu Ahmad Zaini keluarga pasien yang juga aktifis LSM Penjara Indonesia DPC Lamongan mengatakan bahwa,” pasien meminta agar nama baiknya di bersihkan, sekaligus permintaan maaf yang nanti di lakukan di Desa karena pasien sudah di rugikan secara moril dan materil“,Ucapnya.

“Jika pihak puskesmas tidak ada itikad baik maka terpaksa kita tempuh jalur hukum, adanya pemberitahuan dari Dinkes yang menyebar liar sehingga berdampak kepada pasien dan keluarganya, selain itu kami punya bukti yang bisa dipertanggung jawabkan bahwa pasien Negatif”,tegasnya.

Sementara Eko Kepala Desa Kuripan mengungkapkan meskipun sebagian besar warga sudah banyak yang tau terkait surat dari Dinkes pada tanggal 24/2/21, yang menyatakan SN positif Covid – 19, Pihaknya malah tidak tahu sama sekali, bahkan tembusan ke Pak Camat sendiri yang dari Dinas Kesehatan kemarin belum sampai ke Desa.”Ungkapnya.

Lanjut Eko dengan kejadian ini pihaknya berharap agar petugas kesehatan di desa agar memberikan informasi yang benar kepada Pemerintah Desa, karena kurangnya komunikasi ( Miss comunication ) sehingga terjadi permasalahan seperti ini, karena mantri yang ada di Desa tidak pernah berkomunikasi. Dan kami juga berharap agar permasalahan ini di selesaikan dan tidak berlarut-larut.”Pungkasnya.
Reporter
(Maspri/Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *