Sejarah Desa Gondang Dan Segala Aktifitas Kekurangan Dan Kelebihan

Lamongan,Jurnalexpress.com/Gondang Park, di desa Gondang kecamatan Sugio kabupaten Lamongan. Dulu dikenal waduk Gondang, dibuat waduk untuk keperluan pengairan persawahan dan sumber air minum bagi warga sekitar.

Di desa Gondang setiap musim kemarau sulit air, sehingga air waduk yang menjadi penopang kebutuhan air bagi warga Gondang dan sekitarnya.

Waduk Gondang terletak di sebelah selatan kota Lamongan. Jangkauan waduk ini lebih dekat dengan kabupaten Mojokerto dan Jombang ketimbang ke kota Lomongan.

Di waduk Gondang jaman sejarah perkembangan Islam menjadi pusat syiar agama Islam bagi para wali.

Dan di sebelah timur waduk Gondang terdapat makam ibu kandung Sunan Giri, yang disebut Dewi Sekardadu.
Khusus napak tilas makam Dewi Sekardadu, saat ini dikenal ada 3 makam. Pertama makam beliau di wilayah Giri Kedaton, di wilayah kecamatan Kebomas kabupaten Gresik.
Kedua makam beliau di desa Ketingan kecamatan Gunung Anyar Surabaya. Dan terakhir di desa Gondang, kecamatan Sugio kabupaten Lamongan.

Menelisik mana makam Dewi Sekardadu yang sesungguhnya ? Hingga saat ini belum ada alat bukti sejarah yang menunjukkan makam ibunda Sunan Giri yang bergelar Panembahan Giri Setro.
Mulai artevak, prasasti hingga kitab kitab lontar, belum ada yang ditemukan.
Menurut rekan wartawan yang dikenal sejarawan, mas Yunani Prawira Negara, pada saat tanah Jawa pada masanya terlibat politik, sehingga ketika beliau meninggal seluruh peninggalannya dihancurkan oleh musuh politiknya.
Menurutnya, satu satunya Wali atau Sunan yang tidak berpolitik adalah Sunan Drajad. Maka ketika beliau meninggal praktis barang peninggalannya masih utuh. Bahkan satu satunya Wali atau Sunan yang bisa dibukukan adalah Sunan Drajad berjudul “Perkembangan Sejarah Islam di Tanah Air.
Demikian sekelumit sejarah Waduk Gondang menjadi pusat siar para wali.(maspri/erna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *