Kasus Tindak Pidana Penipuan Dan Penjualan Rumah Di Perumahan Valencia Residence Lamongan

Lamongan,Jurnalexpress.com Pada hari Senin tanggal 22 Februari 2021 pukul 10.00 s/d 10.30 WIB bertempat di Lobi Sat Reskrim Polres Lamongan Jl. Kombes Pol M. Duryat 62 Kel. Jetis Kec. Lamongan, telah dilaksanakan konferensi press untuk mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan melakukan penjualan rumah tanpa ijin pemiliknya di Perum Valencia Residence Jl. Mastrip ds. Made Kec/Kab. Lamongan tanpa memberitahukan status hak atas tanah.
Adapun yang menghadiri konferensi pers tersebut adalah Kapolres Lamongan AKBP MIKO INDRAYANA, S.I.K,
Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP DAVID MANURUNG, S.E., S.I.K, Kasubbag Humas IPTU ESTU, Kanit II Sat Reskrim Polres Lamongan IPDA ARIS SETIAWAN,SH dan hadir pula pelapor ( korban ) yakni H, 52 th PNS, alamat Perum Valencia Residence Blok B-16 RT / RW 002/011 Ds. Made Kec/Kab. Lamongan,sedang ada beberapa orang yang ikut karena mereka juga sebagai korban. Adapun orang tersebut adalah H 52 th PNS, alamat Perum Valencia Residence Blok B-16 RT / RW 002/011 Ds. Made Kec/Kab. Lamongan, ABL 53 th PNS alamat Jl. Mastrip Perum Valencia Residence Blok A 2-3 RT /RW 002/011 Ds. Made Kec/Kab. Lamongan bersama dengan 14 orang lainnya yang telah melakukan pelunasan dan pembelian unit di perum Valencia Residence.

AB 41 th wiraswasta (Dirut CV. Belva Turmukti dan Dirut PT. Jagaraga Adhimukti) alamat Perum Jetis Indah Blok B/13 RT 001 RW 004 Kel Jatis Kec/Kab. Lamongan adalah sebagai pelaku penipuan. Hadir pagi itu sebagai saksi juga,yakni
H. MOCH ANJI ALI NURUDIN 58 th alamat Kel. Tlogoanyar RT/RW 003/001 Kec/Kab. Lamongan (pihak pemilik tanah), Anggara Yudha, Istiyarta S.SiT 44 th PNS, alamat Surabaya (Plt. Kasubsi pendaftaran Hak BPN Lamongan),
Bangun Dwi Asmoro 34 th BUMN alamat Dsn. Kunden RT/RW 005/002 Ds. Jambidan Kec. Banguntapan Kab. Bantul (komersial leanding Unit Head BTN Cab. Gresik), Hj. Siti Reynar 59 th Notaris dan PPAT, alamat Jl. Lamongrejo No. 17 RT/RW 001/001 Kec/Kab. Lamongan,
DR. Bambang Suheryadi 53 th, dosen hukum Pidana Universitas Airlangga Surabaya (saksi ahli pidana ).

Kronologi pada bulan Desember 2013, Pelapor melakukan pembelian 1 (satu) unit rumah type 54 Blok 6-16 di Perum Valencia Residence melalui pengembang / Developer PT. Jagaraga Adi Mukti dimana Sdr.AB selaku Dirut PT tersebut yang diduga Fiktif dengan harga pokok dan kelebihan tanah Rp. 304.556 000, (Tiga ratus empat juta lima ratus lima puluh enam ribu rupiah) dengan sistem pembayaran Cash bertahap dan telah lunas tenggal 20 November 2014. Kemudian Pada tanggal 28 April 2017 pelapor didatangi pihak Bank BTN cabang Gresik dan ditunjukkan surat Penebusan Agunan. Dan selanjutnya Pelapor menanyakan hal tersebut kepada Sdr. AB. dan yang bersangkutan mengaku behwa sertifikat rumahnya (SHM No.2503) yang telah dilakukan pelunasan oleh pelapor diagunkan di Bank BTN cabang Gresik bersama 15 sertifikat lainnya. Sampai saat ini sertifikat tidak diberikan kepada pelapor dan pelaku melarikan diri.

Pelaku selaku developer perumahan Valencia Residence berhasil melakukan penjualan rumah kepada konsumen dengan cara cash dan cash bertahap dimana faktanya seluruh sertifikat perumahan tersebut statusnya telah menjadi agunan pinjaman di Bank, sehingga pembeli hingga saat ini sebanyak 16 orang tidak memiliki status kepemilikan rumah tersebut.

Pada saat dilakukan penyidikan tersangka melarikan diri dan pada tanggal 09 Oktober 2019 diterbitkan DPO terhadap pelaku, dan pada hari Sabtu tanggal 20 Februar 2021 sekira jam 02.00 Wib pelaku berhasil ditangkap di rumah orang tuanya yang beralamat di Jin. Conggeang Osn. Cientiung Os. Cipamekar Kec. Congeang Kab. Sumedang oleh tim gabungan penyidik dan OPSNAL Jaka Tingkir Polres Lamongan dan dibawa ke Polres Lamongan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Ikut diamankan sebagai barang bukti yakni
23 lembar kwitansi pembayaran dari PT JAGARAGA ADHIMUKTI (Fiktif), 2 lembar brosur Perumahan Valencia Residence, 3 Lembar Surat perjanjian jual beli,
3 bendel Fotokopi Akte Jual Beli,3 Bendel Foto kopi Sertifikat SHM No.2503, 2528, dan 2532 atas nama H. Moh.Anji Ali Nurrudin.
Korban atas nama H mengalami kerugian materil Rp. 304.556.000. Korban atas nama ABL mengalami kerugian materi Rp. 782.540.000,dan 14 korban lainnya dengan total kerugian para korban sebesar Rp. 4.160.000.000,( empat milyard seratus enam puluh jute rupiah) dengan rincian 16 unit rumah (16 sertifiket) terjual rata rata dengan harga dengan harga Rp. 280.000.000,
Penipuan pembelian perumahan Valencia Residence dan atau menjual tanah tanpa memberitahukan status hak atas tanah dan atau memberikan keterangan palsu kepada akte otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 385 ke 5 KUHP dan atau 266 KUHP.
Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. ( Info Humas polres Lamongan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *