Lestarikan Lingkungan, Yayasan Cempaka Bersama Empat Perusahaan Tanam Ribuan Pohon

Pasuruan – Yayasan Cempaka bersama empat perusahaan di Kabupaten Pasuruan melakukan penanaman pohon di Kawasan Gunung Ringgit Area Hutan Lindung Petak 36 RPH Dayurejo, Prigen, Sabtu (20/2/2021). Tujuannya untuk mendukung pelestarian lingkungan dan perlindungan sumber mata air.

Total konstribusi empat perusahaan dan Yayasan Cempaka tersebut sebanyak 5.100 pohon. Dengan rincian, PT. Mitra Alam Segar sebanyak 1.250 bibit, PT. Varia Niaga Nusantara 850 bibit, dan PT. Agel Langgeng, PT. Panverta Cakrakencana serta Yayasan Cempaka masing-masing 1.000 bibit pohon.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air tersebut secara simbolis dibuka Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan. Dan melibatkan berbagai pihak, seperti, Perum Perhutani KPH Pasuruan, Muspika Prigen, Pemerintah Desa dan LMDH Dayurejo, Forum DAS serta para pegiat lingkungan.

Heru Farianto Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan dalam sambutanya mengapresiasi dan mendukung program konservasi hutan dengan penanaman yang melibatkan perusahaan di Kabupaten Pasuruan maupun pegiat lingkungan.

Menurutnya, tiap tahun Pemerintah Daerah juga intens melakukan penanaman di kawasan sebaran Gunung Bromo, Welirang-Arjuna, dan Penanggungan. “Untuk perlindungan air dan udara sekaligus pelestarian lingkungan, Pemerintah Daerah bersama pihak swasta dan pegiat lingkungan tidak kurang melakukan penanaman sebanyak 40 ribu pohon tiap tahunnya,” ujarnya.

Perwakilan dari empat perusahaan Enggar Tri Cahyono mengatakan kegiatan penanaman bibit pohon dalam rangka konservasi hutan menjadi komitmen perusahaan dalam berkonstribusi terhadap pelestarian lingkungan. “Tentu komitmen ini akan terus kita sinergikan dengan program Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Cempaka Sarifudin Lathif menegaskan jika progam memang sinergi multipihak untuk pelestarian lingkungan dan konservasi daerah tangkapan air sekaligus sebagai agroforestry buah-buahan. “Sehingga kelak akan dapat dimanfaatkan oleh petani hutan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *