Bermula Komen Di Gruop WhatsApp, Oknum Lsm Perak Terancam Dipolisikan

Bojonegoro Jurnalexpress.com
Gara – gara nyletuk dan berkomtar di group WhatApp, oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perak Bojonegoro terancam dilaporkan ke polisi, oleh salah satu media, pasalnya dalam komentarnya di group whatsapp tersebut diduga menyinggung dan, menghujat salah satu media siber.

Yudianto Kepala biro metrosoerja Kabupaten Bojonegoro mengatakan Peristiwa itu bermula saat salah satu anggota group Whatsapp dan juga wartawan metrosoerja, share link – link berita, terupdate, di group whatApp tersebut.

Namun tiba – tiba oknum anggota lsm perak yang sekaligus admin group menanggapi link link berita yang di share.

Diduga gerah dengan link – link berita tersebut oknum lsm itu, nyletuk yang berujung menjatuhkan media.27/1/21.

“Anggota saya share link berita terupdate, akan tetapi malah di katakan Copy paste dan menghina serta menjatuhkn media saya, Ya saya gak terima” Ucapnya.

Menurut Yudi pihaknya sudah mengkordinasikan masalah ini dengan redaksi serta lowyer redaksi, mereka sepakat dan sudah siap untuk memabawa masalah ini ke hukum.

“Biar berhati hati dalam berkomentar, serta bisa menghargai media”Tegasnya.

Berikut kutipan Chatingan Wahatappnya :

“Berita kog Podo Kabeh kie Piyee
mbenger i wong
21.22

“link metro habis rusak dan hari ini
mulai bsa di gunakan lagi matur
suhun
21.23

“Sesekali sing independen begitu
Ihoo…ojok copy paste
21.24

“cobalah ditulis berdasarkan
fakta-fakta dilapangan berapa kasus
korupsi dibojonegoro yg belom
diprosesOE

Tak terima dihujat di group WhatsApp Managemant metrosorja akan membawa masalah ini ke Polisi.

Sementara Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”),
Pasal 28 ayat (2) UU ITE Berbunyi :

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ancaman pidana dari Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45A ayat (2) UU 19/2016, yakni:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Hingga berita ini Tayang Admin group maupun oknum anggota lsm perak belum bisa di konfirmasi.
(Puji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *