Prawita GENPPARI, Konsisten Penguatan Kepemimpinan Organisasi

Prawita GENPPARI, Konsisten Penguatan Kepemimpinan Organisasi

 

Jakarta | jurnalexpress.com,-  “ Organisasi sebagai wadah bersama dalam mencapai tujuan sejatinya dilakukan oleh setiap anggota, dan terutama para pengurusnya dengan penuh tanggung jawab. Namun hal tersebut tentu tidak semudah mengatakannya karena banyak variabel yang mempengaruhi. Ada orang yang masuk organisasi lalu bekerja semaksimal mungkin demi kepentingan organisasinya dengan penuh tanggung jawab. Rapat – rapat yang diselenggarakan oleh pimpinan relatif selalu datang untuk membahas segala permasalahan yang ada serta mau berfikir untuk mengembangkan organisasinya. Tapi memang faktanya ada juga orang yang jadi pengurus organisasi tetapi cuek bebek dengan keadaan organisasinya, bahkan terlihat lebih tidak peduli dengan apa yang terjadi. Padahal organisasi perlu bergerak cepat penuh dinamis. Inilah beberapa contoh tantangan dalam kepemimpinan organisasi saat ini. Masalah ini tidak hanya dialami oleh satu atau dua organisasi saja, tetapi hampir seluruh organisasi mengalami hal yang sama “, ujar Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung setelah memberi pembekalan dalam pelatihan “Basics of Organization Leadership, Minggu (24/1).

 

Selanjutnya Dede juga mengatakan bahwa dalam organisasi memang seringkali kita bertemu dengan orang – orang yang multi karakter. Hal ini tentu wajar saja karena setiap orang lahir dari rahim yang berbeda dan tumbuh berkembang juga di lingkungan yang berbeda. Namun demikian, ketika memasuki sebuah organisasi seyogianya ada keinginan dan tanggung jawab untuk memajukan organisasi dengan segala konsekuensinya. Di sana ada pengorbanan fikiran, waktu, tenaga dan tentu saja dana. Jika kira – kira merasa tidak sanggup memikul tanggung jawab tersebut, jauh lebih baik mundur dan memberi kesempatan pada orang lain untuk tampil. Daripada mundur tidak, tapi juga tidak bekerja dan berfikir demi kemajuan organisasi. Ini merupakan salah satu masalah krusial dalam kepemimpinan di suatu organisasi. Ungkapnya.

 

Kepemimpinan (Leadership) sesungguhnya tidak semata – mata soal ilmu semata, karena di dalamnya ada “seni” yang harus ditimba dengan pengalaman dan pengorbanan. Kepemimpinan adalah seni dalam mengorganisir team, memberdayakan dan mengembangkan bakat-bakat yang ada dari team untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Kepemimpinan dalam suatu organisasi itu bersifat dinamis, dimana tidak bisa menerapkan satu metode saja dalam segala kondisi. Ada saatnya otoriter, semi otoriter dan demokratis tergantung pada dinamika keadaan organisasi pada saat itu. Di awal – awal biasanya masih perlu semi otoriter, tetapi setelah berkembang tentu harus berubah lebih demokratis untuk merangsang tumbuhkembangnya ide – ide kreatif.

 

“ Menjalankan kepemimpinan tidak cukup dengan hanya mengandalkan intuisi, tapi harus didukung dengan karakter dan teknik manajemen yang baik. Pemimpin (Leader) harus mampu mencapai tujuan dengan cara yang efektif, tidak dengan cara coba-coba. Beberapa pengetahuan dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang Pemimpin (Leader) diantaranya adalah Problem Solving, yaitu agar bisa menyelesaikan masalah hingga ke akar masalah, untuk mencegah masalah terulang. Bukan sekedar bisa, tetapi juga harus ada kemauan untuk menyelesaikan masalah. Jangan membiarkannya atau malah terkesan cuek saja. Disamping itu, ia juga harus bisa mengelola sumber daya manusia yang ada dalam organisasinya, mengoptimalkan talenta, bisa mempengaruhi orang lain serta mampu meningkatkan motivasi bersama. Hal ini tentu harus juga seiring dengan kemampuannya dalam membangun jejaring dengan penguatan kemampuan komunikasi yang baik. Selain itu semua, pemimpin organisasi juga harus berani membuat suatu keputusan. Tentu ada resikonya, oleh karena itu setiap keputusan yang akan diambil harus benar – benar memperhitungkan resiko yang terukur “, pungkas Dede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *