Lapangan Mlaten Tak Terurus, Diduga Dana Pemeliharaan Digelapkan

Bojonegoro-Jurnalexpress.com/ Kondisi lapangan sepak bola Desa Mlaten kecamatan Kalitidu kabupaten Bojonegoro sangatlah memprihatinkan. Padahal biaya untuk merenovasi lapangan yang di gadang- gadang sebagai sarana olah raga bagi masyarakat sangatlah besar, hampir setiap tahun pemerintah desa menganggarkan untuk perbaikan.

Kenyataannya di lapangan setelah awak media ini turun langsung melihat situasi dan kondisi lapangan sepak bola sangatlah tidak layak dan bahkan tidak terurus sama sekali, rumput yang menjulang tinggi seakan tak terurus. Padahal ini sudah menelan anggaran ratusan juta rupiah yang nota bene adalah uang rakyat yang didanai dari dana desa dalam tiga dekade.

Benar, meski sudah lewat musdes namun kenyataan di lapangan mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintahan desa Mlaten masih semrawut dan terkesan asal – asalan. Terbukti tidak ada perubahan sama sekali. “Silahkan dicek kelokasi,” kata salah satu warga yang tidak mau di sebut namanya dan membenarkan bahwa tidak ada perawatan sama sekali selama 3 dekade.
“Jangan mau di bohongi mas, mesin pemotong rumput yang katanya untuk merawatpun juga tidak ada buktinya rumput sampai seperti ini( sambil menunjuk rumput yang tidak pernah dipotong dan tidak terawat ) ,”keluh beberapa warga sekitar.

Menjadi polemik di masyarkat, Subki kepala desa Mlaten saat di konfirmasi melalui akun whatsapp pribadinya pada (19/1/2021) membantah, bahwa kondisi lapangan memang jurang dan membutuhkan biaya banyak.

Untuk diketahui bersama, kegiatan pekerjaan di mulai dari anggaran dana desa tahun 2017 untuk pengurukan lapangan sudah dianggrakan sebesar Rp. 190.780.000 , pada tahun berikutnya yaitu dana desa (DD) tahun 2018 juga dianggrakan kembali untuk pengurukan lapangan sebesar Rp. 137.290.000.

Selanjutnya, untuk anggran dana desa pada tahun 2019 juga kembali dianggarkan sebesar Rp 51.441.000 sebagai sarana prasarana olah raga, terakir untuk rehabiltasi sarana prasarana olah raga pada anggran DD tahun 2020 juga dianggrakan oleh pihak pemdes sebesar Rp. 70.965.000.
(Mbahbrahem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *