Seni Lukis Terus Berimprovisasi Lahirkan Karya Luar Biasa

Seni Lukis Terus Berimprovisasi Lahirkan Karya Luar Biasa

 

Tasikmalaya | Jurnalexpress.com,- “ Apa yang kita lihat dan kita dengar sesungguhnya merupakan sumber inspirasi untuk menghasilkan sebuah karya yang memiliki nilai, terutama bagi mereka yang memiliki kepekaan jiwa dan rasa. Bukan sekedar nilai ekonomi dan seni semata tetapi ada kepuasan batin tersendiri. Terlebih bagi sebuah karya seni seperti seni lukis dengan berbagai aliran seni yang menjiwainya. Oleh karena itu nilai sebuah karya seni hanya bisa dihargai dan dimaknai oleh mereka yang memiliki jiwa seni, sebab tidak sedikit orang yang belum bisa menemukan indahnya nilai dibalik lukisan sebuah karya “, ujar Pengurus ICMI Jabar Dede Farhan Aulawi setelah melakukan program pendampingan ICMI Jabar bagi para pengrajin seni lukis Naturalis 3 Dimensi di Garut, Rabu (13/1).

Menurut Dede, seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja,seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan “gambar” tertentu kepada media yang digunakan. Secara umum para pelukis mengungkapkan ekspresinya diwujudkan melalui karya seni rupa dua dimensional, dimana unsur-unsur pokok dalam karya seni rupa dua dimensional tersebutt adalah garis dan warna. Dalam perkembangan para pengrajin seni lukis ini terus berimprovisasi sehingga karya – karyanya tidak terbatas oleh aliran tertentu saja. Termasuk mulai ada pergeseran nilai dua dimensi menjadi tiga dimensi dengan pemanfaatan objek alam secara produktif.

 

Selanjutnya Dede juga menjelaskan beberapa aliran seni lukis dilihat dari perspektif gaya, model, teknik, genre atau pemahaman khas yang mana diikuti oleh individu maupun kelompok tertentu untuk dapat menciptakan karya seni lukis. Aliran yang dimaksud disini adalah berupa gagasan pokok atau ide yang dicetuskan oleh seseorang, atau mengalir secara alami muncul sendiri di dalam perkembangan dari seni lukis zaman ke zaman. Beberapa aliran yang dimaksud adalah aliran Seni Lukis Romantisme, Realisme, Impresionisme, Fauvisme, Ekspresionisme, Kubisme, Dadaisme, Surealisme,dan Naturalisme.

 

Kemudian secara khusus Dede juga menyampaikan ciri – ciri aliran seni lukis Naturalisme, dimana biasanya lebih mengutamakan kemiripan gambar pada lukisan dengan objek yang dilukis sesuai dengan referensi yang dilukisnya. Dalam hal ini teknik dan skill dari seniman menjadi faktor senjata utama. Lalu ia juga biasanya membawakan lukisan dengan tema-tema lukisan yang indah namun tetap berdasarkan kemurnian alam. Jadi aliran Naturalisme merupakan bentuk apresiasi dari seniman atas keindahan alam. Tokoh aliran seni lukis Naturalisme yang dikenal misalnya Basuki Abdullah, Mas Pringadi, Raden Saleh, John Constable, Jean-Baptiste-Camille Corot, Theodore Rousseau, Thomas Cole, Frederic Edwin Church, dan banyak lagi yang lainnya.

 

“ Jika kita sering melihat youtube, barangkali kita bisa melihat bagaimana Stefan Pabst seorang seniman profesional yang tinggal di Jerman bisa menginspirasi orang melalui karya seni dan videonya sambil menunjukkan keajaiban melukis. Ia membuat tutorial yang menjelaskan bagaimana ia membuat karya-karyanya. Ia mengerjakan banyak jenis lukisan maupun gambar. Salah satu yang paling menonjol adalah seni ilusi 3D yang ia buat “, ungkap Dede.

 

Kemudian di AS kita mengenal juga seorang seniman lukis naturalis bernama William Bliss Baker, yang lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik. Salah satu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam. Para pelukis terkadang memilih setting cahaya yang lebih dramatis pada saat sebelum terbit atau tenggelamnya matahari untuk mendapatkan pencahayaan golden hours. Pemilihan cahaya dramatis seperti itu adalah salah satu ciri Romantisisme yang dilawan oleh aliran Naturalisme. Naturalisme menganggap dalam pencahayaan yang tidak dramatis seperti itupun keindahan alam tetap dapat digambarkan.

 

“ Seni lukis sesungguhnya bukan hanya sekedar hobi semata, tetapi sebuah ilmu yang bisa dan perlu digali. Untuk itu tidak mengherankan jika akhirnya muncul berbagai kampus ternama dunia di bidang seni seperti Norwich Academy di Inggris, Hudson River Academy di New York State, dan Barbizon Academy di Prancis. Terkait hal ini pula ICMI Jawa Barat akan terus berdiskusi dengan para seniman lukis untuk turut serta mengembangkan karya seni hasil produk anak bangsa, khususnya yang berada di Jawa Barat agar bisa terus berkembang sesuai dengan profesi dan keahliannya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Lebih dari itu, pelukis – pelukis tanah air akan terus didorong sehingga menjadi pelukis – pelukis kelas dunia dimana karya – karyanya bisa menginspirasi untuk meningkatkan peradaban dan perdamaian dunia “, Pungkas Dede menutup keterangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *