UNMER Pasuruan Sukses Menghelat Webinar Bertajuk Pemulihan Ekonomi UMKM Indonesia

Pasuruan – Fakultas Ekonomi Unversitas Merdeka Pasuruan menyelenggarakan Seminar Nasional secara virtual pada Sabtu (28/11/2020).

Tema yang diangkat adalah “Pemulihan Ekonomi Terdampak COVID-19 Melalui UMKM dan Digitalisasi”.

Hadir pada kesempatan ini dua Narasumber hebat, Ir. Hery Budiyanto, MSA., Ph.D., salah satu Dosen UNMER Malang & Ketua Asosiasi Perajin UKM Kota Malang dan Budiono Sukses, seorang Conten Creator/Food Vlogger & Digital Marketting Consultant .

Dekan Fakultas Ekonomi Dra. Agnes Ratna Pudyaningsih, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Fakultas Ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang dunia usaha sehingga mahasiswa dapat termotivasi untuk membangun, mempertahankan dan mengembangkan bisnis dengan kreatif dan inovatif, khususnya strategi pemasaran digital yang tepat.

Rektor UNMER Pasuruan Dr. Ronny Winarno, SH. M.Hum. dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan ini, mengapresiasi dan memberikan ucapan selamat kepada Fakultas Ekonomi atas terselenggaranya webinar ini. Beliau bangga bahwasanya Fakultas Ekonomi bisa menginisiasi salah satu solusi bagi UMKM yang terdampak Covid-19, sesuai dengan visi misi Universitas Merdeka Pasuruan.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dari berbagai daerah bahkan luar negeri, membuat panitia membatasi jumlah peserta yang daftar sebanyak 550 orang. Dibuktikan dengan H+7 setelah pamflet webinar disebarkan sudah banyak sekali peserta yang mendaftar.

“Antusisme peserta yang tinggi membuat kami terpaksa membatasi jumlah peserta sebanyak 550 peserta,”Ujar Pemandu Acara Webinar, Vita Fibriyani, S.Si, M.Si.

Semenjak pandemi covid-19 masuk ke Indonesia, banyak sektor-sektor usaha yang terkena imbasnya. Khususnya sektor UMKM, dimana peran UMKM sangat penting sebagai tonggak perekonomian Indonesia sebesar 57,3% . Dampak covid-19 terhadap UMKM menimbulkan penurunan penjualan,pasokan bahan baku terbatas, PHK karyawan dan kesulitan membayar pinjaman.

“sektor UMKM Indonesia adalah ujung tonggak perekonomian Indonesia sebesar 57,3%, dimana yang saat ini terkena dampak yang besar terhadap penurunan penjualan, pasokan bahan baku hingga PHK karyawan dan kesulitan membayar pinjaman”, Ujar Bapak Hery Budiyanto dalam pemaparannya selaku narasumber pertama.

Dalam pemaparannya beliau juga memberikan tips-tips agar UMKM mampu bertahan dalam situasi pandemi.

“Adapun tips-tips agar UMKM mampu bertahan di tengah pandemi covid-19. Pertama, tinjau kembali proses bisnis anda. Kedua, identifikasi kebutuhan basis pelanggan anda. Ketiga, sederhanakan bisnis proses. Keempat, terapkan ekonomi efek gelombang. Kelima, model bisnis cashflow positif ketimbang margin.Keenam, tinjau ulang, seleksi dan tawarkan produk. Ketujuh, digitalisasi katalog untuk disebarkan. Kedelapan, atur prioritas stok barang. Kesembilan, ajak semua karyawan jadi sales digital. Kesepuluh, beri insentif untuk karyawan terbaik”, jelasnya.

Bapak Budiono Sukses selaku narasumber kedua mengatakan bahwa, dampak yang signifikan terhadap UMKM, membuat para perajin harus pandai dalam memasarkan produk-produknya. Terutama di era revolusi 4.0 yang dihadapkan pada persaingan pasar modern, para UMKM dituntut untuk bisa mengoptimalkan kemampuannya dalam memasarkan produk baik offline maupun online.

Pentingnya branding produk melalui media online merupakan kunci utama dalam memulihkan perekonomian UMKM. Dalam kesempatan yang sama, Bapak Budiono Sukses juga memberikan tips/cara mengoptimalkan pemasaran digital.

“Dampak covid-19 bagi UMKM sangat signifikan, salah satu cara memulihkannya yaitu para perajin UMKM harus pandai dan jeli dalam melihat peluang bisnis. Apalagi di era revolusi 4.0 yang serba digitalisasi, diharapkan mampu mengoptimalkan pemasaran produknya di media online maupun offline. Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan pemasaran digital. Pertama, mulai peduli dengan branding. Kedua, Punya jam buka yang pasti. Ketiga, punya nomor WA/HP khusus usaha. Keempat, daftarkan alamat usaha ke Google My Business. Kelima, aktif di social media (Instagram, You Tube, Tik Tok, Facebook, dan sebagainya). Keenam, aktif di marketplace (Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Go-Food, Grab-Food, dan sebagainya)”, ujarnya dalam pemaparan materi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *