Dana Desa Tahap II Cair, Pemdes Fadoro Lalai Selenggarakan Musyawarah, Ini Yang Dibahas

Nias, Minggu (29/11/2020) jurnalexpress.com – Dana Desa tahap II cair, Pemerintah Desa Fadoro Lalai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias selenggarakan musyawarah desa yang di hadiri oleh Pj. Kepala Desa beserta perangkat desa lainnya, Ketua BPD beserta anggota, Pendamping Desa tingkat kecamatan, dan masyarakat Desa Fadoro Lalai.

Musyawarah Desa yang diselenggarakan di gedung balai sanggar seni budaya tersebut berjalan lancar, Minggu (29/11).

Pada sambutannya Sekretaris Desa Fadoro Lalai, Noferiyunus Mendrofa menyampaikan tujuan musyawarah tersebut.

“Tahap pertama sudah terealisasi dan baru hari Jumat, 27 November kemarin tahap kedua dana desa 40% di cairkan. Untuk itu hari ini kita akan mengambil kesempatan bersama terkait rencana kita untuk melaksanakan pembangunan fisik,” ucap Sekdes menjelaskan tujuan musyawarah.

Pada kesempatan yang sama Ketua BPD, Raradodo Mendrofa mengajak masyarakat agar menyampaikan sarannya kepada pemerintah desa.

“Pada kesempatan ini mari kita masyarakat desa Fadoro Lalai untuk menyampaikan apa saja yang menjadi saran dan masukan kita kepada pemerintah desa agar kita bahas bersama sehingga nantinya menjadi kesepakatan bersama,” ajak BPD.

Lebih lanjut Raradodo Mendrofa berharap agar TPK bekerja dengan baik.

“Kami berharap TPK dapat bekerja dengan baik yang di mulai dari titik nol hingga akhir pekerjaan,” harapnya.

Mewakili masyarakat, A. Gayanu Mendrofa menyampaikan dukungannya kepada pemerintah desa.

“Kami berharap pemerintah desa dapat bekerja dengan baik, karena kami masyarakat akan mengikuti apa saja keputusan yang baik dari pemerintah desa,” ucap perwakilan warga tersebut.

Pada arahannya, Pj. Kepala Desa Fadoro Lalai, Budiaman Mendrofa menyampaikan bahwa apa saja keputusan hari ini menjadi keputusan bersama.

“Dengan cairannya dana desa tahap II, maka direncanakan mulai besok pekerjaan fisik untuk membangun jalan sepanjang 300 meter di mulai. Untuk itu mari kita sama sama memberikan saran dan masukan melalui musyawarah ini agar kita dapat menyepakati yang menjadi keputusan bersama,” ajak kades.

Kades juga berharap agar TPK dapat bekerja sesuai RAB

“Terkait teknis pekerjaan, kami serahkan sepenuhnya kepada TPK. Maka dari itu saya berharap agar TPK bekerja sesuai dengan RAB yang ada karena jika hasil pekerjaan bagus maka kita semua yang menikmati pembanguna tersebut,” harap kades.

Secara keseluruhan APBDesa 2020 Desa Fadoro Lalai Rp. 1.036.864.691 dengan beberapa alur pengeluaran yaitu : bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang penanggulangan bencana, darurat dan mendesak desa. (T2g)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *