Ketua Dewan Pendiri Perpat, Persatuan Pemudah Tempatan Bojonegoro, Asim(Gus Asim) Mempertanyakan Keberadaan Silpa Bojonegoeo 2,3T

Bojonegoro.jurnalexpress.com.menurut gus asim pemerentah bojonegoro harus terbuka dalam informasi publik terkait dana silpa 2,3T kab bojonegoro kemasarakat bojonegoro dikarenakan itu uang rakyat ,bojonegoro maka dari itu pemerentah bojonegoro harus terbuka terkait keberadan uang silpa bojonegoro tersebut biar rakyat,masyarakat bojonegoro tidak berfikiran yg negatif terhadap pemerentahan saat ini…uang silpa itu di taruh di bank manya dan kalo di taruh di bank yang pastinya ada hasil dari bank..berupa bunga bank,dan kalo dapat bunga bank masuk di pendapata daerah/ kas daerah atau masuk rekening oknum peribadi pejabat…maka dari itu saya selaku pengamat sosial politik & budaya mempertanyakan hal tersebut dan agar masyarakat bojonegoro juga keberdan uang silpa 2,3T..dikarenakan uang rakyat..dan kepala daerah tugasnya mengatur uang tersebut untuk di jadikan angaran untuk penyerapan perogram-perogram mendatang di tahun 2021 melalui ,OPD-OPD nya….terkait persoalan silpa 2,3T di kab bojonegoro ..terkait wacana kab bojonegoro mau mengelontorkan angaran APBD untuk membangun jalan nasional atau jalan provinsi yang mengunakan angaran APBD bojonegoro menurut saya kurang pas dan tepat…seharusnya pemerintah bojonegoro fokus untuk pembanguna dan perogram -perogram yang ada di kab bojonegoro,dikarenakan dalam penelitian perpat di lapangan masih banyak yang harus dilakukan pemerintah bojonegoro kebawah contoh misal di bidang pertanian banyaknya petani yang mengeluh tentang sulitnya pupuk subsidi

seharusnya kalo angaran APBD banyak dan sampe lebih-lebih kan bisa ditambahkan angaran untuk pupuk subsidi untuk petani,dan contoh misal lagi bedah rumah yang sekarang mungkin angaran rumah hanya 16jt per kk kan bisa di naikan menjadi 50jt agar warga dan masyarakat yang dapat bedah rumah lebih bagus dan layak huni,dan masih banyak tempat-tempat ibadah yang perlu di bantu dikarenakan kehabisan angaran dan masih banyak jalan-jalan desa yang perlu biaya pembangunan,serta sekolahan- sekolaha dinia,Mi,sanawia dan aliyah yang masih membutuhkan angaran pembangunan.dan guru-guru honor yang masih perlu perhartian lebih..maka dari itu saya selaku ketua dewan pendiri perpat bojonegoro memberi pandangan serta pendapat terkait wacana pemerintah

bojonegoro mau memberi angaran pembangunan jalan nasional/ perovinsi babat-bojonegoro yang mengunakan angaran APBD bojonegoro kurang pas dan tepat di karenakan rakyat dan masyarakat bojonegoro masih sangat-sangat membutukan angaran tersebut..apa bila pandangan serta pendapat saya ini di bilang hoax atau bohong pemerentah serta DPRD bojonegoro bisa mengadakan audensi ke masyarakat bojonegoro langsung…biar pemerentah dan DPRD bojonegoro tahu apa yang di mau dan di inginkan masyarakat bojonegoro saat ini,gus asim ketua dewan pendiri perpat bojonegoro dan pengamat sosial politik& budaya indonesia(mbah brahem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *