PC Fatayat NU Bangil Peringati Maulid Nabi Dengan Meriah

Pasuruan – Kelahiran nabi selalu menjadi moment yang sangat menakjubkan bagi semua muslim, termasuk juga kita warga negara Indonesia yang memiliki banyak ragam cara memperingati hari kelahiran manusia istimewa ini. Berbagai kebiasaan yang ada di setiap penjuru daerah menandakan betapa ummatnya sangat mencintai nabi akhir zaman ini. Setiap daerah di nusantara ini juga memiliki khas masing-masing untuk merayakan kelahiran nabi.

Tidak kala juga banom NU, PC Fatayat NU Bangil juga memperingati kelahiran junjungan nabi yang penuh referensi ini dengan cukup meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

Acara bertempat di masjid Assyakur Anisah Foundation pada Jumat (13/11/2020) dengan dihadiri kurang lebih 200 anggota dan pengurus Fatayat Cabang Bangil.

Sejak pukul 07.30 WIB tim rebana sudah mengumandangkan pujian-pujian sholawat yang sangat merdu berisi sanjungan terhadap nabi Muhammad SAW. Sambil menunggu hadirin yang hadir di majlis, sholawat terus dikumandangkan, hingga masjid dipenuhi dengan para anggota dan pengurus Fatayat perwakilan PAC dan PC se cabang Bangil.

Acara peringatan maulid ini juga dihadiri oleh ketua Fatayat NU Cabang Bangil sebelumnya, juga peserta lomba swafoto batik. Karena pada perayaan maulid nabi kali ini dimeriahkan dengan pengumuman hasil lomba swafoto dalam rangka hari batik nasional beberapa pekan lalu.

Arofah, S.Hum selaku panitia lomba memberikan pengumuman hasil pemenang lomba mulai dari harapan ketiga sampai juara pertama.

Dalam sambutan panitia peringatan maulid menyampaikan agar kita selalu mencintai nabi Muhammad serta meneladani semampu kita. Tidak hanya itu, dalam masa pandemi ini ketua PC Fatayat NU Bangil mengarahkan supaya melakukan kegiatan yang efisien dan betul-betul menggunakan waktu dengan baik, mengingat bahwa adanya wabah ini masih belum selesai tuntas.

Mauidho Hasanah disampaikan oleh bunyai Hj Nur Imamah, beliau menjelaskan bahwa dalam dakwa nabi ada perempuan yang hebat yaitu Sayyidah Khodijatal Kubro. Perempuan kaya raya dermawan serta memiliki nasab dan kepribadian yang luar biasa bagusnya ini adalah spirit nabi yang paling besar.

“Ini yang kemudian harus diteladani oleh kader-kader Fatayat NU, Bahwa perempuan haruslah memiliki jiwa yang besar. Sayyidah Khodijah merupakan tokoh perempuan Islam yang telah memberi sumbangsih harta benda untuk syiar agama Alloh. Menjadi perempuan yang mandiri adalah jejak langkah yang bisa ditiru oleh Fatayat NU dalam pengembangnnya” Jelas Bu Nyai Imamah dalam Mauidhohnya.

Setelah mauidloh hasanah usai, acara ditutup dengan doa oleh bunyai Nur Imamah, dengan ditutup bacaan sholawat sebagai tanda acara berakhir, semua hadirin saling berebut beberapa aksesoris dan mie instan yang bergelantungan di atas lokasi acara. Nampak Suasana begitu meriah dan kekeluargaan dalam acara penutupan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *