Anies Disarankan Untuk Menjadikan Jakarta Sebagai Pilot Project Revolusi Akhlak

Jakarta Jurnalexpress.com
Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria. (Foto: Fajar Online)
Jakarta, Dekannews- Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah menyarankan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria agar menjadikan Jakarta sebagai pilot project Revolusi Akhlak yang digagas Habib Rizieq Shihab (HRS).

Ia menilai, implementasi revolusi itu akan dapat menjadi triger bagi Anies dan Ariza untuk menjadikan Jakarta sebagai provinsi dengan masyarakat yang berakhlakul karimah dan anti maksiat serta kemungkaran, sekaligus menyelesaikan polemik penjualan saham Pemprov DKI di PT Delta Jakarta, produsen minuman beralkohol dimana DKI memiliki 26,25% saham di perusahaan itu.

“Jika Anies dan Ariza cerdas dan piawai, Jakarta bisa menjadi pilot project untuk melaksanakan revolusi akhlak yang digagas Habib Rizieq,” kata Amir di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Menurut salah satu aktivis senior di Jakarta ini, Revolusi Akhlak itu dapat dilaksanakan dengan manfaatkan momentum pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Larangan Minuman Beralkohol oleh DPR yang saat ini sedang berlangsung.

Miras, jelas Amir, adalah minuman yang diharamkan dalam Islam karena minuman ini dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan dan membuat orang yang mengonsumsinya kehilangan kontrol diri, sehingga dapat melakukan perbuatan-perbuatan tercela seperti melakukan tindakan kriminal, dan berkelahi.

Dengan melaksanakan Revolusi Akhlak, lanjut Amir, Anies dan Ariza dapat memulai dengan mengampanyekan anti minuman beralkohol demi mencegah terjadinya perbuatan keji dan mungkar, sekaligus menekan angka kriminalitas di Jakarta.

Selain itu, lanjut Amir, pelaksanaan Revolusi Akhlak juga dapat membantu Anies untuk menyelesaikan polemik penjualan saham DKI di PT Delta yang hingga kini terkatung-katung karena terganjal penolakan DPRD.

Ketika ditanya apakah tidak terlalu berisiko bagi Anies untuk menerapkan Revolusi Akhlak yang digagas HRS, karena selama ini saja pemerintah seakan menjadikan Anies seperti “oposisi”, sehingga selalu diserang oleh politisi dari partai pengusungnya, menteri-menteri di kabinetnya, dan juga oleh para buzzer pendukung pemerintah di media sosial. Apalagi jika Anies menerapkan gagasan HRS, salah satu sosok yang tidak disukai pemerintah?

Serangan terbaru terhadap Anies datang dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengatakan bahwa “Jakarta jadi amburadul”.

Amir mengatakan bahwa Revolusi Akhlak merupakan pesan dari langit yang disuarakan HRS, dan dia yakin penerapan Revolusi Akhlak oleh Anies tidak akan berdampak signifikan terhadap Gubernur DKI Jakarta itu, termasuk terhadap rencana Anies untuk maju di Pilgub Jakarta 2022 atau Pilpres 2024.

Seperti diketahui, HRS kembali ke Indonesia setelah selama 3,5 tahun lebih “mengungsi” di Arab Saudi, untuk memimpin Revolusi Akhlak di Indonesia. Pada hari pertama kepulangannya, Selasa (10/11/2020), HRS bahkan telah mengajak jutaan massa yang menjemputnya dari Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan Revolusi Akhlak tersebut mulai hari itu juga.

Anies ingin melepas saham DKI di PT Delta sejak 2019 lalu, namun ditolak DPRD dengan alasan saham itu menghasilkan deviden sebesar Rp54,6 miliar pada 2018 dan Rp100,4 miliar pada 2019. Anies ingin melepas saham itu karena tak ingin DKI mendapat pemasukan dari usaha yang dinilai tidak halal.

Di sisi lain, pada Rabu (11/11/2020) lalu Komisi X DPR mulai membahas RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol yang diusulkan Fraksi PPP, PKS, dan Gerindra DPR RI.

Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’adudin Djamal mengatakan, RUU itu diajukan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang disebabkan minuman beralkohol.

Sayangnya, tiga fraksi telah menyatakan menolak RUU itu, yakni PDIP, Golkar dan NasDem. (Spy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *