DPP GM Kosgoro : Dukung gerakan Boikot produk Prancis !!

DPP GM Kosgoro : Dukung gerakan Boikot produk Prancis !!

 

Jakarta | Jurnalexpress.com,– DPP Generasi Muda Kosgoro kembali mensikapi bahwa Aksi spontan seruan boikot produk Perancis adalah sebagai alat untuk mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus dibarengi oleh saling hormat menghormati. Charlie Hebdo adalah majalah yang terkenal dengan kebebasan berekspresi mencitrakan negara Perancis dan masyarakat nya. Namun perlu di ketahui sejarah Perancis ada pada masa kolonial selama ratusan tahun. Masyarakat nya dihuni jutaan imigran yang notabene beragama Islam dari bekas jajahannya. Mereka sudah sampai generasi ketiga sebagai warga negara Perancis. Charlie Hebdo jelas masih memiliki ciri kolonialis dengan cara menjajah lewat media dengan prinsip sekuler nya.

 

Presiden Macron masih hidup di masa kolonial dengan membiarkan penjajah media ini melakukan penghinaan kepada hal yang paling suci dan sakral bagi umat Islam dengan dalih kebebasan sekuler, Ujar Baroto Isman Ketum DPP GM Kosgoro.  Kita bangsa Indonesia patut prihatin dan juga berbangga dengan diri kita karena masih ada Pancasila dan Pedoman Perjoangan yang sangat menjunjung tinggi perbedaan. Perbedaan adalah sebuah berkah bagi bangsa Indonesia untuk hidup berdampingan. Kita perlu sadari terkadang memiliki situasi Charlie Hebdo nya ala Indonesia tanpa kita sadari kita suka meremehkan agama atau ras atau suku yang dianggap inferior. Saya lihat hal ini karena sebagai bekas dari hasil penjajahan kolonial Belanda selama 350 tahun.

 

Oleh karena itu saya mendukung aksi boikot terhadap produk Perancis agar mereka pahami bahwa umat Muslim di Perancis adalah warga negara mereka yang harus di hormati. Sosok Rasulullah SAW sama suci nya bagi kaum sekuler yang tidak sudi bila Liberte, Egaliter, Fraternite nya kita injak2. Padahal dalam Pedoman Perjoangan KOSGORO saja tertulis bapak Pendiri menganggumi sosok Napoleon Bonaparte yang hidup pada masa Revolusi Perancis.

 

Ayo sahabat sebagai bangsa dan kader kita harus terus perbaiki semangat kita berbangsa dan bernegara yang saling hormat menghormati perbedaan dan keyakinan. Liberte, egaliter, fraternite adalah konsep yang bagus tapi akan hambar kalau dibarengi dengan cara kolonialis.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *