Melihat dari Dekat Proyek Pembangunan Saluran Air di Desa ngasinan, Kec Padangan

Bojonegoro,Jurnalexpresscom
Proyek pembangunan saluran air (embung), di desa ngasinan, kec padangan, bojonegoro, mulai awal pengerjaan hingga saat awak media melakukan infestigasi beberapa hari yang lalu, diduga tidak mematuhi PERMEN PU dan undang-undang KIP , bahkan tidak mematuhi K3.

Pasalnya dalam pengerjaan pembangunan saluran air tersebut diduga tidak memasang papan nama proyek mulai start hingga saat infestigasi kami, bahkan diduga juga mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 pasal 87. Dan UU No.2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. terutama aspek keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja bagi para pekerja konstruksi.

Pantauan awak media kami dilokasi pengerjaan proyek tak satupun para pekerja hingga tukang mengenakan Safety, untuk menunjang keselamatan kerja, (22/10/20).

Merujuk Pasal 4 ayat (1) huruf c UU Jasa Konstruksi, pemerintah memiliki tanggung jawab atas terselenggaranya jasa konstruksi yang sesuai dengan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan.

Perusahaan wajib menyediakan alat pelindung diri bagi para pekerjanya, salah satunya pelindung kepala. Safety helmet merupakan salah satu alat pelindung kepala yang wajib digunakan untuk melindungi para pekerja dari bahaya terkena benda jatuh dari atas, benturan, dan bahaya listrik.

Setiap tahun, tidak sedikit pekerja yang meregang nyawa dan mengalami cedera kepala akibat kecelakaan kerja. Berdasarkan data Occupational Safety and Helath Admnistration (OSHA), kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera kepala ini paling banyak terjadi di area konstruksi.

Tukimin selaku pengawas (mandor) proyek pembangunan saluran air tersebut menuturkan bahwa itu adalah proyek dari PUPR, langsung dari pusat, dan tukimin mengaku bahwa dirinya tidak tahu tentang PT atau CV apa yang menjadi pemborong atau kontraktornya.

“Ini adalah proyek pembuatan saluran air, yaitu proyek dari PUPR, langsung dari pusat, dan saya tidak tahu nama PT atau CV nya”, ucap tukimin kepada awak media, (22/10/2020).

Dari pantauan awak media, terlihat pengerjaan pembuatan adukan cor nya menggunakan semen DYNAMIX, bukan semen gresik, (mbahbrahem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *