Bupati Aceh Timur Kedepan Mesti Tampan, Cerdas, Pro Rakyat, Tidak Memperkaya Diri Pribadi dan Kelompok

Aceh Timur | Jurnalexpress.com,– Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mengemukakan pendapatnya mengenai kriteria calon bupati yang layak meminpin Aceh Timur di masa mendatang. Pendapat itu disampaikan Ronny menyusul semakin maraknya safari politik dan bursa calon bupati dibicarakan, baik secara online maupun di kelas warung kopi di Aceh Timur.

 

” Ya bupati Aceh Timur kedepannya harus lebih tampan lah, good looking, setidaknya tampan hatinya, mesti pro rakyat, khususnya rakyat miskin, sebab mayoritas warga saat ini masih miskin, dan watak bupati masa depan tidak korup, tidak memperkaya diri serta kelompoknya saja, misinya harus mensejahterakan rakyat, bukan cari kaya, juga harus lebih moderat dan demokratik,” kata Ronny, Jumat 30 Oktober 2020.

 

Putera Idi Rayeuk berdarah Aceh -Minang itu juga mengingatkan, agar masyarakat lebih selektif dan belajar dari pengalaman pahit dalam memilih pemimpin.

 

” Masyarakat sudah pernah merasakan getirnya pengalaman pahit, akibat dikecewakan selama ini, gara – gara salah pilih lima menit, sakitnya lima tahun, jadi jangan salah usung dan jangan salah pilih lagi, jangan sampai kecewa lagi, jadi harus cerdik dan benar – benar selektif dari sekarang ini, dari sejak seseorang memproklamirkan dirinya untuk mencalonkan diri, jangan lupa, amati dan pelajari sepak terjangnya selama ini, jangan sampai hal buruk terbawa ketika terpilih nanti, akhirnya masyarakat juga yang rugi dan kecewa lagi disuapin janji – janji politik penuh kebohongan terus – terusan,” cetus aktivis cadas itu.

 

Eks ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu menegaskan bahwa bupati Aceh Timur periode berikutnya harus lebih sensitif pada isu demokrasi dan pemenuhan Hak Azasi Manusia (HAM) di Aceh Timur.

 

” Kami dari kalangan suara jalanan ini, secara ketat akan terus mengawal kontestasi itu dari sekarang ini, baik diminta atau pun tidak, sebab ini menyangkut hajat hidup orang banyak kedepannya, menyangkut dengan pengentasan kemiskinan, pengangguran, pencerdasan, demokrasi dan hak asasi manusia, jadi kami merasa berhak mengencangkan fungsi kontrol sosial, agar rakyat tidak kecewa lagi pada pemimpinnya di masa depan dan kemajuan pun bisa diraih melalui perubahan sebagaimana diharapkan, jangan pilih pemimpin tukang ngibul, tukang piara penjilat dan laporan asal bapak senang saja, tapi kesengsaraan rakyat ditutup – tutupi, dibungkam,” ketus aktivis HAM itu.

 

Menurut Ronny, bupati Aceh Timur di masa mendatang harus mampu membawa Aceh Timur lebih maju lagi, lebih terbuka dan sejahtera, terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan rakyat serta bidang lainnya.

 

” Penciptaan peluang – peluang ekonomi, lapangan kerja, pensejahteraan rakyat dan kemajuan di bidang pendidikan harus difokuskan kedepannya, masak kampus ideal aja tidak ada satupun di sini, padahal potensinya ada, pajak perusahaan banyak, mana generasi yang dibiayai sekolah atau kuliah keluar negeri dari hasil kekayaan alam Aceh Timur, padahal duit daerah ada untuk itu semua, ini butuh pemimpin yang berpikir moderat dan progresif kedepannya untuk mewujudkan itu semua, jadi jangan sampai malah mengusung atau .memilih calon diktator bahkan komplotan koruptor jadi penguasa, bakal makin hancur nanti Aceh Timur ini,” pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *