Zainuddin : Contoh Buruk Risma, Saat Pilwali  

 

Zainuddin, Ketua Gerakan Mahasiswa Jaman Jawa Timur

Surabaya | Jurnalexpress.com,-Munculnya Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam salah satu agenda daring dengan tema berenErJi, merupakan suatu bentuk yang diduga tidak memberikan contoh cara yg baik bagi masyarakat surabaya dalam berdemokrasi, tentunya mengundang banyak komentar pedas dari masyarakat.

 

Bagaimana tidak, Walikota Risma sebagai kepala daerah yang seharusnya tidak memihak, malah sekarang turun gunung pada pilwali Surabaya kali ini.

 

Ketua Gerakan Mahasiswa Jaman (GM Jaman) Zainuddin turut mengomentari tentang hal itu. Zainuddin menganggap, keberpihakan Walikota Risma sangat berbahaya bagi edukasi politik ke masyarakat surabaya, dan citra baik yang selama ini dibangunnya. Terbukti banyak pelaporan dari masyarakat surabaya ke pihak Bawaslu.

 

“kalau kata orang bilang khusnul khotimah, nah kalau kayak gini malah su’ul khotimah namanya. Ya tidak baik untuk di contoh, beliau menaman citra baik selama ini, tapi rusak gara-gara hal yang sangat tidak mendidik dan memberikan contoh pada masyarakat surabaya,” Kata Zainuddin saat dikonfirmasi, Jum’at (22 / 10/2020).

 

Menurut pria yang juga aktivis Jawa Timur ini, hal paling berbahaya adalah indikasi  dan perlu di duga perihal penggunaan uang APBD. Yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat Surabaya, malah digunakan untuk kontestasi politik demi calon yang dipilihnya.

 

“kita tidak tahu apa yang akan terjadi, mereka yang memiliki kekuasaan, mereka yang mengatur anggaran, kalau tidak di awasi ketat indikasi cara dan contoh tidak baik akan slalu terjadi. Kasian lah warga Surabaya kalau dibodohi terus.” katanya.

 

Tapi meski begitu, GM Jaman berkomitmen akan terus mengawal setiap gerak-gerik perputaran anggaran APBD yang ada. “pokoe Risma ojok sak enae dewe, uang itu amanah rakyak yang harus dijaga,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *