Prawita GENPPARI Tasikmalaya Konsolidasi Rumuskan Strategi Pemasaran Wisata dan Produk UMKM

Tasikmalaya | Jurnal express.com-Bertempat di Vila Gabuci desa Tawang Banteng, kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya pada hari Minggu (18/10) seluruh jajaran pengurus Prawita GENPPARI Kabupaten Tasikmalaya melakukan konsolidasi untuk membahas strategi pemasaran objek wisata dan produk UMKM Tasikmalaya. Tampil sebagai narasumber Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi dan H. Dedi Kurniawan selaku Pembina DPD Prawita GENPPARI kabupaten Tasikmalaya dengan Moderator Kang Rizal Badruzaman selaku Ketua DPD Prawita GENPPARI kabupaten Tasikmalaya.

Dede Farhan Aulawi pada kesempatan tersebut menjelaskan tentang substansi ilmu manajemen pemasaran dalam praktek dan realitas lapangan, yaitu berbicara terkait dengan How to introduce (bagaimana cara mengenalkan produk), how to promote (bagaimana cara mempromosikan produk) dan how to sel (bagaimana cara menjual produk).

 

Saat bicara “how to introduce” maka kita harus mengenal betul berbagai produk tersebut sehingga mampu memberikan gambaran detail, termasuk mampu menjawab pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan produk tersebut. Adapun yang dimaksud dengan “produk” di sini kalau berbicara wisata artinya objek wisata. Kalau bicara produk UMKM artinya produk barang yang dihasilkan oleh UMKM. Kalau kita tidak mengenal betul berbagai produk tersebut, maka akan sulit bagi kita untuk bisa mengenalkan aneka produk kepada calon customer. Oleh karenanya pengenalan terhadap produk yang dimaksud tentu akan sangat penting sekali. Ujar Dede.

 

Kemudian setelah itu berbicara tentang “how to promote”, artinya bagaimana kita bisa menyusun dan merumuskan strategi untuk mempromosikan aneka produk yang akan kita jual. Promosi merupakan proses memberikan informasi, memberi pengaruh, dan mengingatkan target pasar akan jasa atau produk agar bisa diterima dan dibeli oleh konsumen. Promosi merupakan salah satu dari strategi pemasaran. Sebagai bagian dari strategi pemasaran, strategi promosi penjualan memiliki tiga sifat yaitu komunikatif yang bertujuan memberi informasi dan menarik perhatian konsumen, insentif yang bertujuan untuk mempengaruhi pelanggan dengan nilai dan keistimewaan tertentu, dan mengundang agar pembelian terjadi saat atau setelah promosi dilakukan.

 

Strategi promosi memiliki klasifikasi dan dipisah menjadi 4 klasifikasi yaitu :

– Customer Promotion memiliki tujuan mengajak konsumen agar melakukan pembelian produk atau jasa yang ditawarkan.

– Trade Promotion memiliki tujuan untuk menitikberatkan distributor untuk menjualkan produk kembali perusahaan.

– Sales-force Promotion merupakan langkah promo untuk memotivasi armada penjual perusahaan agar penjualan meningkat.

– Business Promotion bertujuan untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga interaksi dan komunikasi ke pelanggan lama dan tetap agar penjualan lebih banyak.

Strategi promosi penjualan memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan tujuan yaitu menargetkan pelanggan, memberi jawaban pelanggan, dan membentuk insentif pembelian. Tujuan yang berbeda tersebut akhirnya melahirkan kegiatan strategi promosi menjadi beberapa jenis yaitu :

– Periklanan (advertising) merupakan bentuk promo tidak langsung lewat berbagai media untuk mengajak konsumen untuk membeli produk.

– Publikasi (publication) merupakan langkah untuk mendorong permintaan yang berupa konten komersial melalui berbagai media.

– Promosi penjualan (sales promotion) merupakan langkah untuk mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian produk melalui booth yang dibuka pada saat events tertentu.

 

Marketing kreatif merupakan adalah salah satu strategi promosi yang bisa dilakukan untuk menjual produk. Marketing kreatif merupakan langkah untuk mempromosikan produk kepada konsumen dengan langkah yang berbasis digital dan tersebar di internet. Misalnya membuat Website Brand untuk memasarkan produk baik secara langsung atau lewat internet. Disamping itu bisa juga menggunakan Media Sosial, Membuat Vlog, atau Memanfaatkan Iklan Gratis.

 

“ Sementara berbicara “how to sell” artinya bagaimana kita bisa menjual produk. Baik penjualan langsung (direct selling) ataupun penjualan tidak langsung (indirect selling). Penjualan langsung (direct selling) merupakan langkah untuk mengenalkan produk secara langsung ke pembeli. Pada tahapan ini, pembeli bisa langsung merasakan dan memahami kegunaan dan cara pakai produk. Kemudian indirect selling bisa menggunakan rantai keagenan, ataupun membuat marketplace sehingga pembeli dan penjual bisa bertransaksi di dunia maya. Setelah terjadi transaksi produknya bisa dikirimkan secara nyata “, pungkas Dede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *