5 OKNUM PENGEDAR NARKOBA DI TAHANAN POLRES BLITAR BERHASIL DIRINGKUS

-Blitar-Jurnalexpress.com
Petugas jaga tahanan berhasil menggagalkan peredaran narkoba di ruang tahanan Polres Blitar Kota. Polisi menetapkan lima tersangka dan menyita barang bukti antara lain berupa 13,14 gram sabu-sabu, dua ponsel, satu timbangan digital serta perangkat alat penghisap sabu. Dari kelima tersangka, tiga di antaranya berstatus sebagai tahanan Polres Blitar Kota. Ketiga tahanan itu, EKO WAHYUDI warga Kandat Kabupaten Kediri, ERIK SETIAWAN warga Ringinrejo, Kabupaten Kediri dan EKO HERU warga Wonodadi Kabupaten Blitar.

Sedang dua tersangka lainnya masing-masing, NOVI LESTARI warga Kanigoro Kabupaten Blitar dan M FAJAR ROMADHON warga Ngantru Kabupaten Tulungagung. NOVI LESTARI merupakan istri dari ERIK SETIAWAN. Kapolres Blitar Kota, AKBP LEONARD M SINAMBELA mengatakan kasus peredaran sabu di ruang tahanan terungkap pada Kamis malam lalu. Terungkapnya kasus itu karena kejelian petugas piket Propam Polres Blitar Kota.

Awalnya, petugas curiga dengan kiriman makanan dan peralatan mandi untuk tahanan di Mapolres Blitar Kota. Barang itu dikirim oleh MIA untuk tahanan bernama AHMAD MUWWAFIUL WAFI. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ditemukan sabu dalam pasta gigi yang dikirimkan bersama makanan. Ketika di mintai keterangan, AHMAD mengaku pasta gigi yang berisi sabu tersebut titipan untuk EKO HERU WAHYUDI. Polisi melakukan interogasi terhadap EKO, dan mengakui bahwa narkoba yang diselundupkan itu kiriman dari M FAJAR ROMADHON warga Ngantru Tulungagung. Tim dari Polres Blitar Kota berhasil menngamankan FAJAR di rumahnya.

LEONARD juga memerintahkan petugas melakukan razia di ruang tahanan Polres Blitar Kota. Hasilnya, ditemukan barang bukti sabu-sabu dan alat hisap milik dua tersangka EKO dan ERIK. Dari pengembangan, penyelundupan sabu-sabu ke dalam ruang tahanan itu juga mendapatkan bantuan dari NOVI LESTARI, istri ERIK. Polisi kemudian menangkap NOVI karena ikut serta melakukan tindak kejahatan penyelundupan narkoba ke ruang tahanan. LEONARD menambahkan. modus penyelundupan sabu ke ruang tahanan dilakukan dengan cara memasukan ke dalam pasta gigi. Untuk mengelabuhi petugas, barang itu dicampur dengan makanan yang dikirim ke tahanan. Dalam kasus ini, tersangka ERIK, EKO, dan HERU berstatus sebagai pengedar. Mereka masih mengendalikan peredaran sabu di luar dari dalam ruang tahanan Polres Blitar Kota.*(supri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *