Antisipasi Kayangan Api Padam, Bupati Minta SKK Migas Lakukan Penelitian

Bojonegoro|jurnalexpress.com- Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) secara daring atau dalam jaringan,dengan SKK Migas, Kontaktor Kontrak Kerja Sama (K3S) industri hulu migas yang ada di Kabupaten Bojonegoro, perhutani KPH Bojonegoro, dan stakeholder lainnya dalam rakor tersebut bupati meminta kepada SKK migas dan K3S untuk lebih memperhatikan keseimbangan lingkungan.
Rabu(07-10-2020).

Rapat koordinasi yang berlangsung di pendapa malowopati pemkab bojonegoro tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Bojonegoro, Nurul Azizah dan jajaran kepala OPD Pemkab Bojonegoro.

Sementara rapat secara daring tersebut diikuti oleh kepala SKK Migas Jabanusa, Nur Wahidi, perwakilan dari K3S, antara lain dari Exxonmobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina Ep Cepu (Pepc), pertaminan EP Asset 4, dan perwakilan dari perhutani KPH Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, mengatakan bahwa pemkab bojonegoro secara mendadak mengadakan pertemuan dengan SKK migas dan K3S, serta para stekeholder lainnya, menyusul terjadinya fenomena padamnya api abadi mrapen, yang terletak di Desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan provinsi Jawa Tengah, pada 25 September 2020 lalu.

Sementara, Kabupaten Bojonegoro juga memiliki api abadi khayangan api, di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, yang hingga kini belum diketahui sumbernya, apakah dari lapangan jambaran tiung biru yang dikelola PT Pertamina Ep Cepu (Pepc), lapangan kedungkeris yang dioperatori exxon mobil, atau dari lapangan yang dioperatori pertaminan Ep Asset 4.

Untuk itu bupati meminta agar SKK Migas dan K3S melakukan kajian agar api abadi yang ada di khayangan api bojonegoro tetap abadi dan tidak padam.

(M.supriyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *