Prawita GENPPARI Tumbuhkembangkan Curug Tonjong , Desa Teja Majalengka

 

Prawita GENPPARI Tumbuhkembangkan Curug Tonjong , Desa Teja Majalengka

 

Majalengka | Jurnal express.com,- “ Tidak jauh dari dari lokasi pusat pertanian anggur Brazil, yang juga merupakan kawasan agro wisata yang berbasis wisata edukasi pertanian di desa Teja kabupaten Majalengka, ada objek wisata alam yang bermana curug Tonjong. Sebelum sampai ke area kawasan wisata ini, kita akan menemui para pengrajin pembuatan emping dan keripik pisang yang sangat gurih. Para pengrajin makanan kuliner yang merupakan ciri khas objek wisata ini orangnya ramah – ramah, sehingga makanan yang dihasilkan terasa sangat lezat di lidah. Objek wisata ini sangat alami, suasananya segar dengan iringi simfoni dari deburan air terjun yang menggoda “, pandangan Ketua Umum Prawita GENPPARI ketika ditanya komentarnya tentang eksotisme objek wisata curug Tonjong di Majalengka, Minggu (4/10).

 

Kawasan objek ini akan sangat menarik sekali para wisatawan, terutama bagi mereka yang selama ini hidup di perkotaan akan sangat merasakan sekali indah dan nikmatnya menghirup udara segar pedasaan yang berhiaskan panorama alam yang sangat indah. Sepanjang mata memandang tampak air sungai yang mengalir sangat jernih. Di beberapa sudut sungai juga tampak beberapa orang yang menikmati mandi di sungai yang berhiaskan batu – batu yang alami.

 

Meski jauh dari perkotaan, objek ini tampak sudah ada sentuhan dan polesan artistik dari para tokoh masyarakat setempat. Jembatan – jembatan kayu, dan jembatan gantung yang terbuat dari bambu melengkapi keindahan mata sambil menapaki jalan setapak yang rimbun. Sesekali hembusan angin halus membelai rambut seolah berbisik lirih agar kita menjaga kelestarian alam. Komunikasi batiniah seolah menyiratkan sebuah pesan bahwa alam akan senantiasa menjaga kita, jika kita juga mampu menjaga konservasi alam dengan baik.

 

“ Begitupun dengan tim Prawita GENPPARI yang berkunjung, hampir semua menikmati deburan arus sungai dan air curug nan eksotis. Semua setiap wisatawan yang datang bisa menikmatinya dengan tetap menjaga keseimbangan alam, dan juga mampu memelihara kebersihan agar tidak membuang sampah seenaknya. Karena kadangkala keindahan objek wisata seringkali ternodai oleh tangan – tangan yang suka buang sampah sembarangan. Mudah – mudahan dari sumbang saran yang kita sampaikan, semua pihak bisa berpartisipasi menjaga dan merawat ala dengan baik “, pungkas Dede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *