Kolom Opini : Hud – Hud (Ketua Badan Intelejen Pasukan Nabi Sulaiman dari Kalangan Burung)

Oleh : Wachyuni

(Penyuluh Agama Islam kecamatan Beji)

Ada beberapa hewan yang diabadikan dalam Al-Quran. Ada unta dan nabi Sholeh, ular dan nabi Musa, nabi Yunus dan ikan hiu, juga nabi Sulaiman dengan semut atau burung Hud-Hud. Dibalik terangkatnya hewan tersebut, tentu ada yang tersirat untuk diambil pelajaran bagi manusia. Berselancar dalam cerita Al-Quran memang sangat menarik, karena sang maha kuasa sendiri yang mengambil pelajaran-pelajaran indah dalam kitab suci tersebut.

Nabi Sulaiman bin nabi daud alaihissalam adalah seorang nabi yang memiliki usia tidak terlalu panjang, yaitu 53 tahun. Sejak usia 13 beliau sudah menjadi seorang raja. Cara memberi solusi dalam setiap persoalan sangat mengungguli ayahnya, sangat jitu dan tepat serta cepat. Di dunia ini ada empat raja yang merajai dunia, yang dua muslim sedang dua lainnya kafir. Raja dunia yang muslim yaitu nabiyulloh Sulaiman alaihissalam dan raja Iskandar Dzulqornain. Sedangkan dua raja dunia yang kafir adalah raja Namrud dan raja Bukhtanassor.

Kekayaan yang diberikan oleh Alloh kepada nabi Sulaiman sungguh tak tertandingi sampai saat ini. Singgasana kerajaan yang dilapisi emas serta perak, arsitek serba mewah yang tiada duanya dalam sepanjang sejarah. Memiliki pasukan dari jenis manusia, jin, binatang buas, serta pasukan dari bangsa burung. Jumlah ribuan pasukan yang memiliki tugas dan fungsi sendiri-sendiri.

Dalam sebuah perjalanan, nabi Sulaiman istirahat dan membutuhkan air. Tugas untuk mencari sumber mata air adalah burung Hud-Hud, namun dia pergi tidak diketahui kemana. Agaknya sang raja geram, karena tugas mencari sumber mata air adalah untuk kepentingan banyak pasukan, serta digunakan wudlu dan sholat. Tidak lama dari kegelisahan raja, burung Hud-Hud datang dengan sikap tawadlu’ dan memohon maaf.

Situasi cukup hangat, burung Hud-Hud menyampaikan informasi yang tidak diketahui oleh nabi Sulaiman selama ini.
Ketua badan intelejen dari pasukan jenis burung ini menyampaikan di negeri Saba’ ada seorang ratu adil, rakyatnya makmur, serta taat hukum, tapi sayang beliau tidak menyembah Alloh. Sang nabi lalu bertindak melakukan rencana agar dia menyembah pada Alloh.

Diutuslah burung Hud-Hud untuk menyampaikan surat yang berisi mengajak menyembah pada Alloh. Saat Hud-Hud bertugas mengantar surat nabi Sulaiman beliau meminta agar tidak tergesa-gesa kembali, untuk melihat respon dari ratu Bilqis.

Begitu surat dijatuhkan, ratu sangat gemetar membaca isinya. Dipanggillah semua dewan kerajaan untuk mendiskusikan apa balasan dari surat tersebut. Sehingga menghasilkan keputusan untuk membalas memberi hadiah atas surat tersebut. Ratu negeri Saba’ ini juga berpesan kepada pasukan pengantar hadiah. Jika hadiah yang diberi diterima, maka pertanda beliau adalah seorang raja. Tapi jika hadiah ditolak, berarti jelas beliau adalah seorang nabi. Setelah memberi arahan tersebut, ratu Bilqis juga mengatakan jika beliau menerima kedatangan pasukannya dengan senyum (tidak marah-marah) maka jelas beliau orang besar yang susah dikalahkan. Namun jika menerima kedatangan pasukannya dengan nada marah maka ternyata beliau hanya orang kecil.
Berangkatlah pasukan berjumlah 2000 orang, 1000 pasukan laki-laki dan 1000 pasukan perempuan. Mereka membawa 500 batu bata berupa emas, serta mahkota berlapis mutiara yang harum berbau minyak misik. Begitu mereka sampai di Istana nabi Sulaiman, mereka disambut hangat. Serta menolak hadiah pemberian Bilqis, karena pemberian Alloh kepadanya sudah sangat melebihi dari pemberian Bilqis.

Pasukan pembawa hadiahpun kembali ke Saba’ dan menyampaikan semuanya kepada ratu. Betapa berdebarnya hati ratu melihat sikap nabi Sulaiman tersebut. Sehingga dia sendiri memutuskan untuk datang ke istananya. Semua pasukan negeri Saba’ disiapkan menuju perjalanan selanjutnya.

Pasukan yang terdiri 12.000 barisan, dan setiap barisan tidak terhitung jumlahnya.
Mendengar berita ini nabi Sulaiman juga mengatur rencana penyambutan ratu adil itu. Lalu diantara petinggi istana diminta agar memindahkan istana ratu Bilqis ke dalam istananya. Salah satu dari pasukan jin mengacungkan jari, untuk memindahkan istana sebelum nabi Sulaiman bangkit dari tempat duduknya (kira-kira batas waktu setengah hari). Tapi nabi Sulaiman menolak karena kurang cepat, permohonan jin ini di delete. Kemudian seorang manusia alim mengajukan permohonan untuk memindahkan istana ratu dalam sekejap mata, beliau akhirnya setuju. Sungguh ini adalah teknologi yang belum ditemukan sampai sekarang, memindahkan istana secepat mengirim email. Kecanggihan dari teknologi doa dan tawasul, akhirnya istana ratu Bilqis dalam sekejap berada di istana nabi Sulaiman. Sesuatu anugrah yang patut disyukuri.

Sesampai di istana, hall auditorium penyambutan ratu Bilqis juga sangat megah. Lantai yang terbuat dari kaca, dibawahnya mengalir air jernih serta ikan-ikan. Sampai-sampai sang ratu mengangkat gaunnya karena dikira akan menyeberang air kolam. Tiba-tiba nabi Sulaimanpun berpaling serta berkata bahwa itu adalah lantai yang terbuat dari kaca. Dalam setiap sudut kemegahan istana ratu Bilqis menganalisa melalui kecerdasan pikirannya. Singkat cerita diapun menyembah kepada Alloh beserta nabi Sulaiman.

Di episode ratu Bilqis menyatakan dirinya menyembah pada Alloh. Nabi Sulaiman menemui ketua badan intelejen dari pasukan burung yaitu Hud-Hud. Lalu atas jasa informasinya, serta upaya yang dilakukan olehnya, nabi Sulaiman menawarkan sesuatu. Tawaran itu berupa naik jabatan atau pemberian hadiah. Hud-Hud disuruh memilih diantara dua hal tersebut. namun yang diminta bukanlah keduanya, melainkan minta doa agar namanya (burung Hud-Hud) abadi sampai hari qiyamat.

Terkejut sekali nabiyulloh Sulaiman atas permintaan itu. Sebagai rasa terimakasih, nabipun mendoakan dan terijabahi hingga sekarang nama Hud-Hud abadi sampai hari qiyamat. Keabadian itu disebabkan karena Hud-Hud telah menjadi penyebab (wasilah) ratu Bilqis menyembah kepada Alloh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *