PCNU Kota Pasuruan Istiqomah Gelar Gowes Turba

Pasuruan – PCNU Kota Pasuruan terus berkomitmen dalam berkhidmad memberikan manfaat kepada umat, dengan agenda rutin Gowes Turba setiap hari Ahad pagi, PCNU Kota Pasuruan tak henti hentinya mensosialisakan kebaikan demi keutuhan umat dan keutuhan NKRI.

Pada Gowes turba ke 11 ini dimulai jam 06.00 dengan mengambil start di kantor PCNU Kota Pasuruan dengan finist di rumah H Syarnali Ranting NU Mayangan. Dalam gowes kali ini Nampak hadir jajaran Pengurus PCNU Kota Pasuruan, ketua MWCNU Panggungrejo, ketua MWCNU Purworejo, Banom-Banom NU, Banser, Pengurus LTNNU, LPBINU, Lakpesdam, dan Nahdliyyin di sekitar Kelurahan Mayangan.

Dalam sambutannya Rois Syuriyah PCNU Kota Pasuruan KH. Halim Mas’ud menyampaikan. Bila kita masuk NU harus diniatkan untuk ngerumat tinggalan dari hadratus syaikh KH. Hasyim Asy’ari, karena pesan beliau (KH. Hasyim Asyari red) “ Siapa yang mau ngerumat NU maka saya akui sebagai santriku” dengan pesan tersebut, siapa yang tidak mau jadi santrinya KH. Hasyim Asyari. Maka dari itu kita jangan setengah setengah dalam berkhidmad di NU. Pesan KH. Halim Mas’ud.

Saat ini bangsa Indonesia sangatlah butuh kader-kader NU yang siap mengawal NU dan Ulama demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka dari itu mari kita menata niat untuk bersungguh sungguh berkhidmad di NU demi untuk menegakkan kebenaran, membasmi kebatilan dan meneruskan perjuangan para ulama terdahulu dengan menjada NKRI. Karena Pancasila dan NKRI merupakan harga mati yang tidak bisa di tawar. Sebab kemerdekaan negara ini tidak diraih dengan mudah. Banyak tumpahan darah dan nyawa para pejuang juga para ulama dan santri. Pesan KH. Halim Mas’ud

Ketua PCNU Kota Pasuruan KH. Muhammad Nailurrohman juga menyampaikan bahwa kunci menjaga kekuatan adalah dengan menjaga kekompakan. Maka dari itu semua pengurus NU harus kompak serta bermental kaya, karena orang yang bermental kaya tidak akan mudah mengharapakan imbalan dari orang lain. NU adalah amanah, bukan warisan dan merupakan titipan anak-anak kita. Maka dari itu siapapun yang menjadi pengurus NU harus bisa mempertanggung jawabkannya. NU bisa kuat dengan dua hal, yaitu melalui jama’ah dan jam’iyyah.

Teori berjamaah yang harus kita pakai dalam berorganisasi ialah dengan meluruskan shof, manut imam, dan satu arah. NU juga harus digandeng dengan kekuatan kebijakan yang mengutamakan kepentingan umat. Jangan sekali kali menggadaikan NU demi kepentingan sesaat apalagi sifatnya batil karena waladnya sangatlah besar. Sebab para pendiri NU tidak akan tinggal diam dan tidak ridho bila ada yang main main atau memanfaatkan NU

Mengabdi kepada NU harus tetap menjaga amaliyah NU, serta turut membantu problematika yang ada di masyarakat. Mengabdi untuk NU juga harus tetap menjaga adat istiadat yang ada serta mengawal pemerintah agar kebijakannya tetap berpihak pada ummat.

“ jagalah aqidah Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah dengan santun dan damai tanpa adanya kekerasan apalagi peperangan. Maka dari itu mengabdilah untuk NU, karena dengan mengabdi semua akan Barokah. jaga anak-anak kita dari faham-faham yang tidak sesuai dengan ahlus sunnah wal jamaah meskipun terkadang mereka mengaku yang paling islami. Pesan Gus Amak sapaan akrab beliau.

Kedepan kami juga ingin melaksanakan Gerakan Waqaf Tunai sebagai jembatan dalam merealisasikan Rumah Sakit NU. Serta terus menggalakkan kaderisasi. PR besar kita adalah menggaet para kader dari kalangan milenial. Karena mereka merupakan kaum muda dengan segala inovasi dan kepandaiannya dan mereka juglah penerus perjauangan kita nantinya. Tutup Gus Amak. (Ibnu Njjar/Mutho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *