Kwalitas Beras Bantuan Dari Kementrian Sosial Dikeluhkan PKH Desa Segobang

Banyuwangi -Jurnalexpress.com Bantuan Sosial (Bansos) berupa beras dari Kementerian Sosial untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Segobang Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi dikeluhkan warga, pasalnya dinilai tak layak konsumsi, Selasa (29/09/2020).

Pantauan di lokasi, setiap penerima mendapatkan bantuan 30 kg beras medium yang terdiri dari dua karung beras @15 kg dari program BSB tersebut. Namun, bantuan langsung berupa beras 15 kilo tersebut dikeluhkan salah satu penerima yabg enggan disebutkan namanya. Dirinya mengeluh beras yang diterima tersebut kuning kecoklatan dan kasar.

“Berasnya kuning kecoklatan dan kasar.Tapi gimana lagi. Namanya dikasih, ya kita terima Tidak seperti biasanya,” kata salah seorang warga berinisial S yang mendapatkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Sosial Banyuwangi hanya bertugas untuk menyalurkan bantuan sosial beras kelas medium tersebut melalui petugas PKH sebagai jaring pengaman sosial selama pandemi yang rencananya bantuan beras yang pengadaanya lewat Bulog itu, akan dibagikan ke 66 ribu KPM di Banyuwangi selama tiga tahapan.

“Bansos tersebut adalah kerjasama dari Kementerian Sosial dengan Bulog. Jadi pengadaanya lewat Bulog bukan dari kami,” kata Bambang Sungkono Kabid perlindungan dan jaminan sosial Dinsos Banyuwangi, Selasa (29/9).

Menanggapi adanya keluhan masyarakat tentang kualitas beras itupun, pihaknya mengaku sebelumnya sudah mewanti-wanti pihak Bulog, agar kualitas beras jangan terlalu buruk dan masih layak konsumsi meski hanya beras medium.

“Kami sebenarnya sudah mewanti wanti Bulog, sebelum program ini jalan,” ujarnya.

Dinsos mengakui, menerima banyak keluhan terkait BSB tersebut. Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog untuk mengganti beras medium yang tak layak konsumsi itu.

“Kemarin juga ada kasus seperti itu, tetapi sudah diganti berasnya oleh Bulog,” ungkap Bambang.

Sementara pihak Bulog Banyuwangi menepis anggapan jika beras medium yang dibagikan kepada penerima Bansos beras tersebut tidak layak konsumsi.

“Beras medium yang kami bagikan ke penerima bantuan itu lebih baik jika dibanding dengan beras raskin dahulu. Jadi masih layak konsumsi,” kata Jusri Fakih Kepala Bulog Banyuwangi saat dikonfirmasi beberapa wartawan di kantornya.

Menurutnya, beras berwarna kuning karena telah lama disimpan di gudang lebih dari tiga sampai enam bulan lebih. Sehingga beras yang dulunya berwarna putih berubah warna.

“Tetapi jika dibandingkan dengan beras yang biasa diterima program BNPT, ya jelas beda. Karena program BNPT mendapatkan jenis beras premium, jika program bantuan sosial ini, berupa beras medium, kendati demikian pihak kami siap ganti jika beras itu betul-betul tidak layak konsumsi,” pungkasnya.(Supri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *