Aktivis PMII Korban Peluru Nyasar di Areal Puslatpurmar-3 Grati

Pasuruan – Kejadian peluru nyasar di areal pusat latihan tempur Marinir (Puslatpurmar-3) Grati kembali menuai korban. Kali ini korban yang baru pulang dari kampus tertembak di betis pada Jumat (18/09/2020).

Alif Triyanto (26 tahun) adalah Mahasiswa Universitas Wiranegara Pasuruan dan juga Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang hendak pulang ke rumahnya di desa Pasinan Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan.

Kejadian naas itu bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang pulang dari Kampus seperti biasanya melewati areal masuk Puslatpurmar. Ketika masuk di kawasan Puslatpurmar di desa Gejugjati dengan mengendarai sepedanya, tetiba dirinya merasakan sakit panas dan berdarah yang hebat di betis kiri bagian atas.

Korban berhenti untuk memastikan luka apa yang tetiba membuat kakinya berdarah. Seketika itu dirinya langsung menuju ke kantor Puslatpurmar yang tak jauh dari kejadian.

Sekitar pukul 10.30 WIB korban menyampaikan tentang peristiwa Penembakan yang menimpa dirinya. Petugas Marinir yang menerimanya langsung melakukan pengamanan dengan menyita sementara Handphone milik korban. Selanjutnya dengan mengendarai Mobil Ambulance TNI-AL Korban dibawa ke RSUD Grati.

Sesampainya di RSUD Grati korban mendapatkan perawatan kurang lebih selama tiga jam. Setelah kondisi stabil anggota Marinir yang mengantarnya di RSUD kemudian membawanya pulang ke Rumahnya di Pasinan.

Kepada Keluarga korban pihak Marinir yang mengantarkan meminta masalah ini diselesaikan dengan baik dan damai. Bahkan keluarga korban disodori surat bermaterai yang intinya tidak akan menuntut kejadian ini ke ranah hukum.

Keluarga korban tak punya pilihan lain selain harus menandatangani kertas bermaterai tersebut. Pihak TNI-AL sendiri bertanggung jawab penuh untuk kesembuhan korban.

Pihak keluarga korban menyampaikan permohonan agar kejadian salah tembak ini tidak terjadi kembali. “Kita masyarakat ingin hidup tenang, tidak dihantui dengan ketakutan kejadian seperti ini” Harap salah satu keluarga Korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *