Pilkada Kabupaten Nias : Antara Parpol, Independen dan Covid-19

Nias, Jumat (4/9/2020) jurnalexpress.com – Setelah berakhirnya masa lockdown yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat beberapa bulan lalu dan kemudian mulai diberlakukannya sistem yang disebut New Normal. Lalu lintas keluar masuk diberbagai daerah sedikit demi sedikit mulai dilonggarkan, termasuk di Kepulauan Nias, bandara dan pelabuhan yang menjadi gerbang tranportasi di Nias pun telah mulai beroperasi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Namun, menjadi suatu keadaan yang tidak dapat hindari lagi, ketika Covid-19 masuk diwilayah Nias yang sebelumnya dinyatakan sebagai wilayah tak terdampak.

Tercatat, puluhan orang telah dinyatakan positif Covid-19 dan sekarang sedang menjalani masa isolasi mandiri ataupun ditempat isolasi yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Pilkada Kabupaten Nias :

Dengan dibukanya pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Nias maka dapat disimpulkan beberapa waktu kedepan masa kampanye akan segera dimulai. Hal ini akan menjadi tantangan bagi semua pihak, baik itu pihak penyelenggara maupun para kandidat, disebabkan wabah Covid-19 yang masih belum juga usai dan karena nantinya pada penyelenggaraan pilkada ini, akan melibatkan seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi didalamnya.

Pilkada Kabupaten Nias kali ini, tidak hanya diramaikan oleh calon yang diusung oleh partai politik (parpol) tapi juga akan diikuti oleh calon dari perseorangan atau lebih dikenal dengan calon independen. Seakan mengulang pilkada tahun 2015 lalu, yang juga diikuti oleh calon dari partai politik dan independen, berakhir dengan kemenangan petahana yang diusung oleh partai politik.

Adanya calon independen tentunya baik untuk keberlangsungan demokrasi, agar memberikan beragam pilihan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin yang baik dan berkualitas tentunya. Calon independen barangkali dapat menjadi jawaban bagi masyarakat atas berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Nias yang belum juga terselesaikan. Mengingat, Kepala Daerah dari partai politik yang selama 10 (sepuluh) tahun terakhir ini berkuasa, belum juga menunjukkan perkembangan yang membahagiakan, bahkan yang lebih menarik perhatian masyarakat, hingga saat ini Bupati masih belum dapat berkantor di wilayah Kabupaten Nias.

Calon yang berasal dari partai politik maupun independen memang belum dapat dijadikan sebagai suatu acuan berkualitas atau tidaknya seorang pemimpin, banyak faktor yang tentunya ini akan menjadi penilaian dari masyarakat itu sendiri. Maka, tugas para kandidat serta para tim suksesnya memikirkan strategi terbaik untuk menarik perhatian masyarakat. Terutama program-program yang ditawarkan kepada masyarakat, jangan sampai hanya berbentuk bualan semata yang pada akhirnya janji tinggallah janji.

Penyelenggaraan pilkada ditengah-tengah wabah ini, tentunya dibutuhkan strategi yang baik dan kreatif agar sukses dan tepat sasaran. Maka, sebagai bentuk perlawanan dari wabah ini, para kandidat dapat sedikit mengubah strategi kampanyenya dari kebiasaan-kebiasaan sebelumnya yang lebih banyak melakukan pertemuan-pertemuan tatap muka langsung dengan masyarakat. Untuk saat ini, para kandidat dapat memanfaatkan media sosial maupun media massa sebagai salah satu alternatif untuk berkomunikasi serta mensosialisasikan program-programnya kepada masyarakat. Maka, para kandidat dapat melibatkan anak-anak muda kreatif yang melek teknologi agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Seperti halnya pilkada-pilkada sebelumnya, diharapkan para kandidat menghadirkan versi terbaiknya agar masyarakat dapat melihat secara baik siapa sesosok pemimpin untuk satu periode kepemimpinan kedepanya yang mampu menghadirkan terobosan baru untuk mengubah wajah Kabupaten Nias menjadi lebih baik dan tentunya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Isu primordial sebaiknya tidak perlu digunakan sebagai alat kampanye yang bisa menimbulkan persinggungan ditengah-tengah masyarakat, contohnya asal wilayah/kecamatan sang kandidat, hubungan kekerabatan maupun marga ataupun hal lainnya. Namun, kiranya para kandidat saling beradu konsep dan program yang unggul dengan kandidat lainnya.

Calon yang berasal dari partai politik ataupun independen hanyalah suatu sistem saja, namun yang utama adalah niat para kandidat memajukan Kabupaten Nias ini, yang masih tergolong sebagai salah satu daerah tertinggal. Kiranya Pilkada kali ini dapat mengangkat sesosok pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya, sehingga tidak lagi maju untuk memperjuangkan kepentingan diri sendiri atau kelompoknya namun benar-benar mau membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga langkah demi langkah yang dilalui dapat mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lainnya.

Penulis adalah mahasiswa pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

Sumber : Yuwinka Hendrik Sandroto, SH
Editing : T2g

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *