Polda Jatim dan Bea Cukai Ungkap Penyelundupan Sabu Jaringan Internasional


Surabaya,Jurnalexpress.com

Polda Jatim bekerja sama dengan Pelabuhan bea cukai tanjung perak berhasil mengungkap dan mengagalkan peredaran Narkotika jenis sabu jaringan internasional patut mendapatkan apresiasi.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo didampingi Kapolres Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum beserta jajarannya mengatakan, Bahwa Polres Tanjung Perak Surabaya bekerja sama dengan Kanwil 1 Bea Cukai Tanjung Perak berhasil menggagalkan dan mengungkap peredaran Narkotika jenis sabu jaringan Internasional.
(31/09/20)

Narkotika jenis Sabu kiriman dari Malaysia tujuan nya ke Wilayah Sampang, Madura.

“Pengiriman paket sabu sebanyak 6.548 Gram yang dikemas dalam kemasan kardus susu Milo dalam kontainer dari Malaysia Pada Tanggal 18 Agustus 2020 bisa digagalkan Polres Tanjung Perak beserta Kanwil 1 Bea Cukai Jatim,

Setelah adanya informasi Polres Tanjung Perak langsung melakukan pengintaian Informasi tersebut yakni adanya pengiriman di rumah kosong di Daerah Dusun Mandeman, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang Madura.

“Polres Tanjung Perak melakukan pemantauan siapa yang akan mengambil kiriman sabu tersebut dan alhasil mengamankan dua tersangka,” Bebernya.

Dikatakannya,Kedua tersangka tersebut inisial LF (19) dan HB (21) merupakan pemuda pengangguran.

Dalam pengerebekanya polisi mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti sabu-sabu seberat 6.548 Kg.
“Dari Barang Bukti (BB) seberat 6.548 Kg bisa menyelamatkan 98.220 orang.Kalkulasinya 1 gram sabu bisa dikonsumsi 15 orang,” Jelasnya.

Kepolisian Polda Jatim akan terus melakukan pengembangan penyelidikan dan penyidikan.dan dari hasil tangkapan ini siapa saja yang terlibat akan kami basmi sampai ke akar-akarnya.

“Jawa Timur masih menjadi tujuan utama peredaran Narkoba Jaringan Internasional khusus nya dari negara tetangga.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 113 ayat 2 lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup sampai hukuman mati,” Pungkas kadid humas polda jatim Kombes pol Trunoyudo dalam konfrensi pers nya di depan awak media

(M supri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *