Di Duga Hanya Modus Pemerataan Tanah, Galian C Di Desa Tetate Sugiwaras Ternyata Untuk Bisnis

BOJONEGORO Jurnalexpress.com – Diduga berkedok modus mencetak lahan baru, galian C di wilayah kecamatan sugihwaras masih marak hingga berita ini di turunkan, diduga menjadi bisnis musiman oknum kepala desa, pasalnya tanah hasil galian tersebut dijual bebas, hingga keluar desa.

Meskipun dalam melakukan aktifitas galian C harus memenuhi standart, termasuk perijinan, amdal dll, namun tidak dengan galian C yang ada di desa Terate kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro Jawa – Timur ini.

Bebasnya aktifitas galian tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan serta kajian khusus amdal, galian tersebut tetap beroperasi bahkan tiap hari dan sampai berita ini di turunkan,aktifitas terus berlanjut.

Mulusnya aktifitas digalian tersebut dapat di saksikan dilokasi pekerjaan, tak hanya itu, aktifitas lalu lalang kendaraan pengangkut tanah hasil galian membuat resah pengguna ruas jalan terutama rumah penduduk di sekitar.

Adanya aktifitas galian membuat warga sekitar khawatir, akibat galian C itu berdampak negatif, Pasalnya, galian C itu sangat menggangu aktifitas warga juga penguna jalan sedangkan galian C di Desa terate tanpa adanya pemberitahuan dilingkungan tak hanya itu tanah uruk hasil galian tersebut di duga kuat di jual bebas mengingat banyak kendaraan membawa hasil pengerukan tanah ke wilayah desa sekitar, juga warga di luar desa yang membutuhkan.

Sementara warga sekitar yang tidak mau di sebutkan namanya ( Nara sumber ) menyebutkan bawah galian C tersebut milik mas Bambang warga sini mas masih keponakan Susilo (Kepala desa Terate)
Dan sekarang di ambil alih pak Susilo kepala desa terate,”ucapnya.

Roni yang di duga mandor galian waktu di konfirmasi wartawan (31/08/2020)
Mengutarakan secara jelas dan gamblang bahwa galian tersebut milik Susilo kepala desa Terate dan dirinya di perintah untuk menunggunya di lokasi tersebut.

Di singgung soal tanah di jual bebas dan di jual kepada warga yang membutuhkan dirinya menampik dan menjelaskan bahwa tanah hasil dari pengerukan tersebut setau saya hanya untuk pengurukan ( WTT) tamam di belakang rumahnya pak lurah mas,” ucapnya.

Hingga berita ditayangkan, Susilo kapala desa Terate waktu di hubungi wartawan mau di konfirmasi dengan adanya informasi soal galian C yang ada di desa Terate bahwa itu miliknya,melalui sambungan telepon celularnya beberapa kali terdengar nada dering tetapi belum ada jawaban hingga saat ini.( Pri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *