Tragis Dua Wartawan, Dirampas, Dihajar dan Ditodong Senjata, Oleh Oknum Debtcollectot

Lamongan |Jurnalexpress.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang penarikan kendaraan motor atau mobil oleh perusahaan leasing maupun debt collector sementara waktu ini akibat dampak dari wabah virus corona.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo pada Selasa (24/3/2020) yang menjanjikan kelonggaran pembayaran kredit untuk pekerja informal, seperti tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan dalam pembayaran cicilan kredit kendaraan.

Kendati demikian, bukan tidak mungkin para debt collector ini tetap menagih tunggakan Anda atau bahkan menarik objek leasing secara paksa. Tentu saja, hal ini mesti ditangani secara bijak.

Baca Juga : Simak Kisah Bupati Sidoarjo, tentang pengalamannya kesulitan memakamkan pasien meninggal karena Covid-19.
Baca Juga : 6 Negara Ini Berlakukan Aturan Kejam Untuk Perangi Virus Corona
Seperti yang dialami oleh dua wartawan dari surabaya bernama Agus Winarno dan Supandi. Keduanya menjadi korban perampasan dengan kekerasan oleh sejumlah Debt Collector, di depan Bank Mentari Terang tepatnya di pasar Babat. Kabupaten Lamongan, pada hari Kamis 27 Agustus 2020. sekira pukul 12:30 WIB, dikutip kabardaerah.com.

Dua wartawan dari media online, Pewarta TV. Com dan Kabardaerah. Com, yang saat itu telah menjadi korban perampasan oleh delapan orang Debt Collector dari Leasing Clipan Finance.

Sedangkan Kendaran yang dirampas paksa oleh meraka adalah mobil Daihatsu Xenia warna putih dengan nopol polisi L1480 QX. Yang beratas namakan Samsul ayah dari Agus Winarno.

Baca Juga : Dua Pelaku Pencurian Di Pasar Burung Babat Diringkus Polisi
Baca Juga : Lagi, Polres Bogor Bongkar Narkotika Jenis Tembakau Sintetis
Menurut keterangan Agus, dalam peristiwa itu bermula ketika dirinya keluar dari bank Mentari Terang, namun tiba tiba ada empat orang tak dikenal dengan nada tinggi dan tidak sopan bertanya, siapa yang punya mobil xenia putih ini. Agus pun langsung menjawab dengan nada rendah.

“Mobil ini milik saya pak, emang ada apa pak, Tanpa basa basi empat orang itu langsung memegang erat tangan saya dari belakang dan merampas paksa kunci kontak mobil yang di simpan di dalam saku celana, hingga celana saya robek” jelas agus (Sabtu 29/8/20).

Ketika dikeroyok agus sempat berteriak maling maling. sehingga warga sekitar pasar Babat berdatangan untuk menolongnya. Namun agus dan rekanya supandi keburu diseret oleh colektor kedalam mobil Untuk menghindari dari amukan masa, sedangkan agus beserta temanya dibawa dan diturunkan ditempat lain

Baca Juga : Pelaku Utama Pengeroyokan di wisata Bukit Alas Bandawasa Berhasil di Ungkap Polsek Cijeruk Polres Bogor.
Baca Juga : Kecuali Habib Rizieq, Indonesia Diminta Jemput Semua Jamaah Umrah Yang Over Stay
Agus menambahkan, saat itu sempat dipukul hingga menyebabkan bibirnya bengkak akibat dipukul oleh preman bank (Debt Collector). Bahkan tak ia diancam dengan menggunakan senpi yang ada di belakang pinggang salah satu Debt Collector.

“Saya hanya pasrah dan tak berdaya saat dikeroyok secara brutal. Apalagi saya diancam dengan senjata api oleh salah satu Debt Collector itu. “Ujarnya.

Pasca peristiwa tersebut Agus bersama rekanya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lamongan agar segera ditangani.
Berdasarkan laporan polisi nomor: LP- B/150/VIII/Res 1.8 /2020/Reskrim / SPKT Polres Lamongan tertanggal 27 Agustus 2020.

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP David saat di hubungi via WhatsApp oleh Berita-Rakyat.co.id (Minggu 30/8/20) menjelaskan, laporan ini sudah diterimanya.

“Ya kasus ini sudah saya terima dan kami akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” terang Kasatreskrim.

Artikel tersebut sebelumnya telah tayang di kabardaerah.com dan beritarakyat.co.id dengan judul wartawan surabaya ditodong senjata api dan di hajar Debt colector.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *