Proyeksi APBD Tahun 2020 Kabupaten Lamongan

LAMONGAN Jurnalexpress.com Pemkab Lamongan dan DPRD sepakat membahas perubahan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2020.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan kebijakan umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA-PAPBD), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PPAS-PAPBD) tahun anggaran 2020 pada Rabu (19/8) di Gedung DPRD Kabupaten Lamongan.

Perubahan APBD tahun 2020 yakni, pada Pendapatan Daerah tahun anggaran 2020 setelah perubahan diproyeksikan sebesar Rp 2,92 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 155 miliar (turun minus 5,06 persen), jika dibanding pendapatan sebelum perubahan sebesar Rp 3,7 triliun. Belanja Daerah tahun anggaran 2020 setelah perubahan diproyeksikan sebesar Rp 2,95 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp 140 miliar (turun minus 4,52 persen), jika dibanding sebelum perubahan sebesar Rp 3,09 triliun.

Dengan konfigurasi tersebut, dalam perubahan APBD 2020 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 36 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp 15 miliar jika dibanding defisit sebelum perubahan sebesar Rp 21 miliar. Defisit tersebut selanjutnya didistribusikan ke dalam kebijakan penerimaan pembiayaan sebesar Rp 43 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp 15 miliar.

Pengeluaran pembiayaan daerah tahun anggaran 2020 setelah perubahan diproyeksikan sebesar Rp 6 miliar, tetap tanpa mengalami perubahan. Sedangkan pembiayaan netto diproyeksikan setelah perubahan sebesar Rp 36 miliar untuk menutup deficit, sehingga SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun berkenaan diperkirakan nol.

Reporter
M supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *