Diduga Gerah Dengan Pemberitaan, Oknum Yang Mengaku Pengacara Intervensi Media

Bojonegoro |jurnalexpress.com– Menanggapi pemberitaan sebelumnya yang berjudul Baru Jabat Seumur Jagung Kades ini Monopoli Semua pekerjaan Infrastruktur, yang mencatut kades tanggungan Kecamatan Baureno
Bojonegoro Jawa – Timur, membuat Salah satu oknum yang mengaku sebagai pengacara kades tersebut gerah, dianggapnya pemberitaan tersebut ada mutan politik, dan ada yang menyuruh, sehingga oknum yang mengaku pengacara tersebut mencoba intervensi awak media.13/8/20.

Diduga oknum yang ngaku pengacara tersebut adalah team sukses kades, ia tidak terima atas pemberitaan tersebut sehingga mencoba mengintervensi jurnalexpress.com melalu Chat WhatsApp dan panggilan telpon dengan nomor +62 856-5555-4744

Dalam intervensinya melalui Chat WhatsAppnya adalah :

“Anda dari suara gegana ya mas

Mengenai desa Tanggungan yang anda beritakan tolong dihapus.berita anda salah gak sesuai dilapangan

Infrastruktur jalan paving itu sudah ada dasar hukumnya.tidak menggunakan dana add

Saya pengacara.tapi saya tau gimana cari berita yg elegan.ngak merusak nama baik desa

Saya faham UU PRES.Anda datang didesaq pasti yg nyuruh.

Tolong dihapus berita nya.kepala desa kami sudah 2 kali menjabat jadi tau benar cara kerjanya.Gak seperti yg dulu.

Carilah berita2 yg membangun bukan menjatuhkan

Kepala desa q sudah bertahun tahun
Menjabat.bukan seumur jagung

Pemilihan terpaut 1 suara lo .jadi kondisi masih belum membaik masih panas.tolong jangan dibikin panas.

Kok masih ada diberita terpopuler bos.Ini bisa tak jadi pencemaran nama baik lo.”Katanya melalui pesan WhatsApp.13/8/20.

Scranshort Chat oknum yang mengaku pengacara

Tak hanya melalui Pesan WhatsAppnya, Oknum yang mengaku pengacara tersebut juga mengintervensi melalui telpon celularnya.

Telusur oknum yang diduga ngaku pengacara tersebut, di sinyalir atas nama Ali, warga desa tanggungan kecamatan baureno kabupaten Bojonegoro.

Sementara Abdul Gofur Kepala desa Tanggungan di konfirmasi melalui WhatsApo pribadinya terkait oknum yang mengaku pengacara tersebut belum ada jawaban.

Terkait oknum yang mengaku sebagai pengacara pihak sudah mengkomunikasikan dengan team advokat redaksi, dan akan segera menindak lanjuti adanya dugaan oknum yang Mengaku sebagai pengacara tersebut.

Perlu diketahui dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, Pers dilindungi UU No.40 Th 1999, dan dalam melaksanakan tugasnya Pers selalu berpegang teguh dengan Kode etik jurnalistik, sehingga tidak bisa disamakan dengan sosmed.

Dalam Ketentuan pidana pasal 18 UU Pers.
Pasal 18
(1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat
(2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Salain itu dalam Pasal 4 ayat
(2) Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.dan ayat (3)Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Pasal 5
(1) Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.
(2) Pers wajib melayani Hak Jawab.
(3) Pers wajib melayani Hak Tolak.”

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *