Koperasi Jasa Peternak Indonesia Cita Berdikari Jadi Penggerak Ekonomi Bersama Pemerintah

Koperasi Jasa Peternak Indonesia Cita Berdikari Jadi Penggerak Ekonomi Bersama Pemerintah

Jakarta |  Jurnalexpress.com- Di tengah Covid-19 dan ancaman resesi ekonomi global, Indonesia harus bersiap diri untuk hadapi tantangan global yang semakin mengancam dan dibutuhkan sebuah terobosan untuk bisa bangkit dari ancaman tersebut. Melihat situasi seperti ini Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari (KP-ICB) yang lahir dari rahim peternak tergerak untuk ingin bersinergi dengan pemerintah dalam menggerakkan perekonomian nasional terutama sektor UMKM selama ini menjadi penopang utama ekonomi kerakyatan.

“Koperasi kami Skala Nasional mempunyai binaan di beberapa Provinsi (jatim, Jabar dan Riau) dan tentunya di banyak di kabupaten sehingga nantinya bisa menggerakkan perekonomian melalui sektor riil dengan kemitraan penggemukan domba,” kata Braman Setyo, selaku Pengawas Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari, Jumat (7/8/2020).

Braman mengatakan ancaman krisis pangan dunia sudah di depan mata sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19. Untuk itu, ia mendukung arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan swasembada pangan sebagai wujud pertahanan negara.

Sejalan dengan arahan Presiden Jokowi, Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari selama pandemi terus mengkampanyekan “Ayo berternak domba “ sembari ikut serta kampanye untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pemerintah dengan melakukan kunjungan kerja di wilayah madura dan Tapal kuda sebagai sentra populasi domba di Jawa Timur. Dengan program kemitraan yang telah dijalankan Koperasi berharap dari hasil penggemukan dan pembibitan domba di beberapa wilayah tersebut nantinya bisa meningkatkan populasi domba, sehingga secara otomatis menjadi potensial ekonomi yang luar biasa.

“Sesuai dengan hasil rapat pengurus bahwa Koperasi Peternak dalam rangka ikut serta mengaktualisasi diri berkomitmen untuk menopang pertahanan negara dengan cara melakukan pembibitan dan kemitraan di beberapa wilayah yang nantinya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perputaran roda perekonomian,” ungkap Braman.

Dari kegiatan usaha penggemukan dan pembibitan domba, Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari juga melibatkan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terimbas Covid-19 sebagai mitra, selain mitra binaan profesional yang sudah bekerja sama selama ini.

“Korban PHK sejak pandemi Corona melanda angkanya sangat fantastis. Untuk itu, Koperasi Peternak mempunyai tanggungjawab bagaimana membantu pemerintah memberikan solusi dalam mengurangi pengangguran akibat PHK massal,” katanya.

Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari membuka peluang usaha bagi para korban PHK yang jumlahnya cukup signifikan. Mereka dilatih oleh tenaga ahli yang profesional di bidangnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tidak sampai di situ, para korban PHK juga diberi pendampingan.

“Di samping mitra binaan peternak yang sudah profesional dan ahli, kami juga melakukan pendampingan pelatihan bidang peternakan kepada korban PHK, sehingga korban PHK bisa bermitra dengan kami secara profesional,”’ ujar mantan Dirut LPDB-KUMKM itu.

Sejak bergabung bersama Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari, Braman punya keinginan untuk meningkatkan pasar ekspor domba. Selain ke Brunai Darussalam, Malaysia dan Abu Dhabi yang selama ini sudah menjadi tujuan ekspor koperasi, Braman ingin membuka peluang baru ke negara lain.

“Penyerapan hasil panen ternak domba nantinya akan dibuat industri pengalengan ikan berbahan baku domba. Di samping itu, kami juga bekerja sama dengan pihak Timur Tengah untuk menyerap kebutuhan daging karkas domba seribu ton per bulan,” ucap Braman.

Namun Braman mengatakan kendala yang mereka hadapi saat ini adalah minimnya permodalan. Untuk itu, pihak Bank BNI telah bersedia memberikan dukungan permodalan bagi Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari. Bahkan kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman bersama.

“Untuk sementara kami kerja sama dengan Bank BNi dulu, kalau memang memungkinkan bisa saja kerja sama dukungan permodalan kami lakukan misalnya dengan PMN atau LPDB-KUMKM, maupun lembaga pembiayaan lainnya,” tukas mantan Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *