Sijago merah Melalao Pabrik Pengelolahan Bahan Baku Obat Nyamuk

Foto:Kebakaran yang menghanguskan dua gudang pabrik penggilingan tempurung kelapa dan cangkang kemiri untuk bahan baku obat nyamuk bakar, menimpa PT Intan Anugera Nusantara, di Jalan Raya Mojosari Trawas, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu malam

Mojokerto|jurnalexpress.com-
Pabrik penggilingan tempurung kelapa dan cangkang kemiri untuk bahan baku obat nyamuk bakar, di Jalan Raya Mojosari Trawas, di Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu malam, ludes terbakar. Banyaknya tumpukan bahan baku yang muda terbakar membuat api terus membesar dan sempat membuat petugas kebakaran sempat kesulitan untuk memadamkanya.

Kebakaran yang menghanguskan dua gudang pabrik penggilingan tempurung kelapa dan cangkang kemiri untuk bahan baku obat nyamuk bakar, menimpa PT Intan Anugera Nusantara, di Jalan Raya Mojosari Trawas, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu malam.

Banyaknya tumpukuan bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar, yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke seluruh ruangan gudang lainya, hingga membuat dua gudang tempat produski dan penyimpanan bahan baku ikut terbakar.

Sebanyak tujuh unit mobil Dinas Kebakaran dari pemkab dan Kota Mojokerto, dikerah ke lokasi pabrik PT Intan Anugera Nusantara yang terbakar, banyaknya tumpukan bahan baku temurung kelapa, membuat api terus membesar hingga membuat petugas kebaran kesulitan untuk menjinakkan api.

“Peristiwa kebakaran di PT Intan Anugera Nusantara, di Kecamatan Pungging ini, terjadi Rabu malam, saat kondisi pabrik tidak ada aktivitas pekerjaaan, api pertama kali muncul dari gudang produksi yang terus membesar,” kata Ahmad Suhaji, salah satu warga.

Sementara itu, untuk penyebab kebakaran yang menhanguskan dua gudang pabrik pengelolahan bahan baku obat nyamuk bakar belum diketahui pasti. Hingga kini, petugas dari Polres Mojokerto, masih memeriksa sejumlah saksi dalam peristiwa kebakaran yang merugikan pemilik pabrik hingga ratusan juta rupiah.

M.supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *