Periksa Kesiapsiagaan, Kalaksa BPBD Bariskan Pasikan

Foto:Segenap pasukan disiagakan mulai dari jajaran Tim Reaksi Cepat (TRC), para tenaga ahli, pengelola data bencana (Pusdalops) hingga Srikandi BPBD.

Surabaya|jurnalexpress.com- Kondisi Jawa Timur yang secara geografis berpotensi rawan akan bencana membuat Kalaksa BPBD Jatim Suban Wahyudiono mengambil langkah kesiap-siagaan di jajaran personelnya.

Siang tadi, Kamis (23/7/2020), orang pertama di lingkungan Korp Orange ini menggelar apel pasukan untuk mengecek kesiapan personelnya.

Segenap pasukan disiagakan mulai dari jajaran Tim Reaksi Cepat (TRC), para tenaga ahli, pengelola data bencana (Pusdalops) hingga Srikandi BPBD.

Hadir dalam apel pasukan itu, jajaran pejabat eselon III, mulai dari sekretaris hingga para kepala bidang.

Dalam arahannya, Kalaksa BPBD Jatim Suban Wahyudiono mengingatkan, adanya 13 jenis bencana yang berpotensi terjadi di Jatim.
Dari 13 jenis bencana tersebut, 11 di antaranya merupakan bencana alam, mulai dari bencana banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung, gunung meletus, kebakaran hutan dan lahan, hingga likuifaksi, seperti yang terjadi di Palu, beberapa tahun lalu.

“Sedang dua lainnya, yakni, bencana kegagalan teknologi dan bencana yang diakibatkan oleh penyakit (pandemi),” ungkapnya.

Lantaran banyaknya jenis bencana yang berpotensi terjadi di Jatim, Suban meminta jajaran pasukannya untuk meningkatkan kedisiplinan dan Kesiapsiagaan.

“Dalam penanganan bencana itu kuncinya adalah disiplin. Jika kita tidak disiplin, maka kita sendiri yang akan tergerus bencana itu,” ujarnya mewanti-wanti.

Dalam apel pasukan yang digelar sekitar pukul 11.00 Wib itu, Suban juga menegaskan pentingnya dilaksanakan kembali apel pagi secara rutin. Sebab, sejak pandemi Covid-19, hampir sekitar 4 bulan apel pagi tak pernah lagi dilaksanakan.

“Yang penting kita harus menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan cara pakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan tidak berkerumun. Karena sekarang ini adalah transisi new normal, maka penanganan Covid-19 harus tetap jalan, tapi kegiatan ekonomi juga tidak boleh berhenti,” pesannya.

Reporter:(m.supriyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *