Turba dan Gowes Etape 3 PCNU Kota Pasuruan

Pasuruan – Giat Gowes dan Turba PCNU Kota Pasuruan terus berlanjut di etape ke 3. Gerakan yang dilakukan dalam rangka konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi dan filantropi NU Kota Pasuruan itu mengambil lokasi di MWC NU Panggung rejo pada minggu pagi (19/07).

Mengambil start dari kantor PCNU Kota Pasuruan, Tour Gowes langsung dipimpin ketua Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan H.M. Nailur Rahman. Nampak hadir juga jajaran Tandfidziyah dan Pengurus Lembaga diantaranya Lakpesdam NU, LTN NU, Lazisnu serta LPBI NU.

Setiba di lokasi Turba yaitu Kantor Pendopo Kelurahan Mandaranrejo, Pesera Gowes di Jamu dengan hangat oleh jajaran Pengurus MWC NU Panggungrejo, Ranting Mandaranrejo, Ranting Panggungrejo dan Ranting Ngemplakrejo.

H.M. Nailur Rahman dalam materi turbanya menyampaikan tentang tujuan utama agenda Gowes dan Turba. Kegiatan Turba yang dilakukan dengan Gowes ini adalah cara bagi NU Kota Pasuruan untuk konsolidasi Organisasi.

“Gowes kita pilih untuk konsolidasi turba karena kita tinggal dalam geografis perkotaan. Sehingga cara ini bisa kita lakukan dan menjadi menarik” terang Gus Amak sapaan akrabnya.

Selain itu menurut Gus Amak, Gowes adalah simbol perjuangan karena untuk mencapai finis kita perlu berkeringat. Artinya menurut Putra Ulama berpengaruh KH. Idris Hamid itu, Berkhidmad di NU harus berkeringat dengan Pengorbanan dan Perjuangan, tegasnya.

Ia mengambil contoh bagaimana dahulu para muassis NU berjuang dengan harta, waktu dan bahkan keselamatan dirinya untuk berjuang membesarkan NU.

“Ulama para muassis NU bahkan dahulu dipenjara, istrinya rela menjual perhiasan emasnya untuk perjuangan NU, Kita belum mampu seperti beliau tapi kita harus menteladani semaksimal mungkin perjuangan dan pengorbanan para Muassis” Tegas Gus amak.

Maka syaratnya bagi kader dan pengurus adalah Fatabiuni, ikuti teladan beliau para muassis. Tidak cukup dengan Mahabbah saja.

“Niatkan segala sesuatu dalam perjuangan, karena selama dalam lahan perjuangan maka pasti disitu ada keberkahan. itu yang sering disampaikan abah saya dan guru kita KH. Idris Hamid” Jelas Gus amak memberikan motivasi kepada lebih dari 50 peserta yang hadir.

Sementara itu Rois Suriyah PCNU Kota Pasuruan KH. Khalim Masud menyampaikan tentang makna al baqarah ayat 124
۞ وَإِذِ ٱبْتَلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى ٱلظَّٰلِمِينَ

KH. Khalim Masud menegaskan bahwa dengan menjalankan Program kerja keNU-an maka disitulah Allah akan mengangkat kita sebagai imam (Pemimpin). Seperti apa yang disampaikan Allah dalam ayat tersebut kepada Nabiyullah Ibrahim.

“Program setelah dirancang maka harus dilaksanakan, ibarat proses dari mulai lahir, pertengahan hingga akhir harus dalam keselamatan (kesuksesan) . Seperti dalam ayat وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا ” Dawuh Kyai Khalim.

Gus Amak melanjutkan bahwa selain membawa misi konsolidasi organisasi, agenda ini juga untuk memberikan semangat Kaderisasi.

“Kaderisasi harus jalan untuk menyambung sanad perjuangan NU. Hal ini menjadi konsentrasi serius pengurus agar semua warga dan pengurus NU menjadi kader yang menggerakan NU” Harapnya.

Selain itu agenda selanjutnya adalah misi tentang penguatan gerakan filantropi. Hal ini karena kekuatan organisasi kemasyarakatan adalah Gerakan sosialnya yang langsung bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita harus terus gerakan JP ZIS dengan target terukur, jika semuanya bergerak maka khidmad kita kepada umat akan lebih berdampak besar lagi. Ini juga sebagai dakwah ke NU an kepada masyarakat” tandasnya.

Agenda kemudian berlanjut dengan dialog penyampaian laporan dari Ranting NU. Diantaranya adalah dari ranting NU Mandaranrejo selaku tuan rumah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada PCNU Kota Pasuruan atas turbanya kepada kami, hal ini menjadi penyemangat bagi pengurus untuk terus berpikiran membesarkan NU dengan rangkaian kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat” Ucap M. Samsul Rizal.

Gus Amak memberikan feedback atas berbagai laporan dari Pengurus Ranting. “Laksanakan kegiatan dalam tiga cluster program yaitu program rutin, program prioritas dan program sosial, ketiganya harus berjalan” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *