PENYEROBOTA LAHAN DI KABUPATEN LAHAT MELIBATKAN BUPATI DAN BPN


Jurnalexpress.com
Lahat..Terkait sengketa lahan antara masyarakat dengan Perusahaan di Kabupaten Lahat Sumsel yang tidak  kunjung selesai dan diduga akibat keberpihakan Bupati Lahat dengan pihak perusahaan, sudah banyak korban berjatuhan dipihak rakyat, ada yang dimiskinkan berpuluh tahun, dipukuli, dipenjarakan bahkan dibunuh sebagai bentuk dari kekerasan yang dilakukan oleh oknum karena mempertahankan hak berupa sejengkal tanah yang dirampas pihak perusahaan.20/7/2020

Dari hasil investigasi Media Rekam Jejak ada banyak sengketa lahan di Kabupaten Lahat yang proses mediasinya bertahun tahun bahkan puluhan tahun tanpa ada penyelesaian ; antara lain PT. Musi Hutan Persada vs warga Desa Gedung Agung Dan Arahan PT. Sinar Mas Sejahtera vs warga Desa Mekar Jaya dan Tanjung Kupang Baru, PT. Adi Tarwan vs warga 10 Desa  di Kecamatan Kikim Barat dan PT. Arta Pregel vs warga Desa Pagar Batu yang baru2 ini memakan korban luka2 dan 2 orang diantaranya meninggal dunia.

Hal ini terus berlanjut yang diduga disebabkan oleh perselingkuhan Bupati Lahat dan BPN dengan pihak perusahaan yang sangat merugikan masyarakat dan negara terutama dibidang pajak, karena ratusan ribu hektar tanah di Kabupaten Lahat digarap oleh pihak perusahaan diluar IZIN DAN HGU, sebagaimana terungkap sa’at Rekam Jejak ikut menghadiri kunjungan kerja Kementerian Transmiģrasi, BPN dan Bupati Lahat ke Desa Mekarjaya Kikim Barat dalam rangka proses penyelesaian sengketa lahan antara PT. SMS dengan Desa Mekarjaya. 10/07/20.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Kadin Transmigrasi Provinsi Sumsel yang diwakili ;Endang dan Penasehat Hukum warga Mekarjaya ; Nico, bahwa Mekarjaya adalah  Desa asal transmigrasi yang telah devenitif berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan dengan luas wilayah Desa 1.666 hektar, dari luas wilayah  tersebut telah dikuasai oleh PT. Sinar Mas Sejahtera lebih dari 1.300 hektar atau 90 % dari luas wilayah Desa keseluruhan selama 26 tahun, sehingga membuat warga Desa Mekarjaya menjadi miskin dan tertinggal karena tanpa lahan garapan.

Dari keterangan yang disampaikan oleh Kepala BPN Lahat, sepertinya telah memberikan isyarat kepada pihak perusahaan kalau lahan garapan PT. Sinar Mas Sejahtera sudah diluar batas, sedangkan yang dapat dipertanggungjawabkan adalah luas lahan  sesuai HGU, sementara  dalam sambutannya Bupati Lahat yang diwakili oleh Asisten I ; Rudi,  hanya mengatakan, mari sama2 kita cari kebenaran kata Rudi dan jangan ada perbuatan anarkis karena akan menambah masalah, yang seperti tanpa beban menyaksikan keadaan nasip warga Desa Mekarjaya.

Sepertinya warga Desa Mekarjaya masih harus bersabar menunggu, 26 tahun hidup dibawah garis kemiskinan sebagai dampak dari perampasan lahan yang dilakukan oleh PT. SMS belum cukup untuk membuka pintu hati Bupati Lahat, tinggal digubuk reot  tanpa listrik, air bersih serta fasilitas umum lainnya, kemana Pemerintah, kemana Hukum, dimana Wakil Rakyat.

Supri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *