Laporan Di cabut Dengan Uang 2,5jt Rupiah, Kades Truni dan perangkat Terlihat Bahagia

Lamongan|jurnalexpress.com – Santi (35) warga Jombang seorang pemandu lagu (Purel), diduga mabuk oknum Perangkat Desa Truni Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, yang tega menganiaya purel cantik pemandu lagu di karaoke dusun Karangasem Desa Karangkembang Kecamatan Babat, kejadian Pada hari kamis (16/7/2020) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Dilokasi ruang tempat karaoke tersebut selain menyanyi, diduga juga menenggak minuman nikeras (miras), hingga mabuk. Kades, beserta mantan Sekdes yang saat ini dialih tugaskan dikantor kecamatan Babat sebagai staf, Kasun truni, dan Kasmiadi bendahara desa.

Selang beberapa jam mereka menyanyi terjadi keributan ditempat tersebut, Santi pemandu lagu dengan rombongan kades, terjadi keributan kepala desa sudah pamit pulang, hanya diruang karaoke diantaranya Santi pemandu lagu, kasun truni, mantan sekdes truni dan Kasmiadi yang melakukan pemukulan terhadap korban yang mengakibatkan luka diwajahnya yakni luka robek diatas mulutnya, hal ini terjadi lantaran gara-gara cemburu korban disawer temannya sendiri dalam kondisi mabuk berat semuannya,” kata Santi kepada awak media diruang tunggu Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Babat, Sabtu (18/7/2020).

Kami sudah mengamankan Visum untuk barang bukti buat melaporkan kejadian ini, pemukulan mengenai wajahnya hingga luka robek diatas mulutnya. yang melakukan Oknum Perangkat Desa Truni Kasmiadi pada saat diruang tempat karaoke pada jumat (17/7) lalu, dalam kondisi mabuk menenggak minuman keras ,” jelas Santi.

Sementara itu, Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Babat lptu Joko Suwono, membenarkan adanya laporan dari pihak korban, dan saat ini masih dimintai keterangan”.

Kemudian usai diperiksa baik pihak korban maupun pihak tersangka diruang reskrim oleh petugas lalu dilanjutkan olah TKP sekira habis maghrib. Selanjutnya sehabis olah TKP pada kembali ke Polsek baik itu petugas, pihak tersangka, pihak korban, lalu pada saat itu juga (sabtu malam minggu) dilakukan perdamaian diruang reskrim.

Dilansir dari RIN, Pada saat dikonfermasi Kanit Reskrim Iptu Joko Suwono lewat via WA oleh wartawan membenarkan bahwa pada malam itu ada perdamaian dan lapora polisi dicabut oleh korban sendiri yang disaksikan/didampingi oleh Yogi dan Sulkan, kurban mendapatkan ganti rugi atau biaya pengobatan rp 2500.000; dari pihak tersangka.

Disisi lain menurut bisik bisik masyarakat mengatakan: ” enak mas ya murah, berarti pinter itu pihak tersangka bisa damai hanya keluarkan biaya segitu, sebenarnya itu patut disayangkan sebagai perangkat mestinya harus bisa jadi contoh yang baik bukan malah suka mabuk, ketempat karaoke, aniaya orang lagi”.

Reporter:(m.supriyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *