Hafidz Termuda, Usia 12 tahun

Trenggalek – Bocah usia 12 tahun bernama Ahmad Najih Maulana ini mengharumkan nama orangtua, serta lingkungan dan sekolahnya. Dalam usia yang cukup relatif muda dia sudah menghafalkan AlQuran. Bukan sesuatu yang sangat kebetulan, namun ini sudah planning sejak dia masih anak-anak dengan melalui keinginan agar orang tuanya diberi hadiah berupa kekayaan intelektual dan spiritual yaitu berupa hafal Al Quran. Permintaan itu menjadi spirit tersendiri bagi orangtua dan dirinya.

Najih, panggilan akrabnya, telah berusaha menghafal ayat demi ayat sejak TK. Di bangku sekolah TK dia menghafalkan juz amma, alias juz paling akhir dari kitab suci AlQuran karena surat suratnya pendek-pendek. Begitu masuk SD Integral Luqman al Hakim,  dia mulai menghafalkan juz 1 dan seterusnya. Proses menghafalnya diawali dengan beberapa baris, seperempat halaman, setengah halaman, sampai satu halaman.

Pembimbing utama dalam hal ini adalah ayahnya, juga ustadzahnya yang lulus dari Hadromaut bernama Nur Aini.

Anak yang cukup kecil dalam proses hafalan ini, diajarkan agar memiliki tangungjawab, lebih-lebih management waktu. Tentu atas kegigihan upaya dhohir batin dari orang tuanya, para gurunya dia meraih kesuksesan. Lebih-lebih orang tuanya, pasti memiliki kegigihan yang sangat luar biasa. Ayahnya membuat form sendiri untuk menghafalkan Al Quran dalam tiap harinya, juga menyimak langsung murojaah tiap habis subuhbdan magrib.

Menghafalkan Al Quran bukan sesuatu yang biasa, waktu dan pikiran harus kosentrasi. Namun hal ini sama sekali tidak mengurangi kelambatan dengan pelajaran yang lain di sekolah. Justru dengan mendahulukan Al Quran, semua mengikuti dengan mudah, tutur H M Munir, ayahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *