Grass Root PKB Minta Sanad Ideologi PKB-NU Jadi Point Utama Rekom Pilkada

Pasuruan – Perhelatan Pilkada Kota Pasuruan 2020 terus menghangat dengan semakin dekatnya waktu pendaftaran calon walikota Pasuruan pada awal september ini.

Belum adanya kandidat yang mendapatkan rekom sebagai calon walikota dari partai politik, membuat publik kota santri itu terus mendiskusikan figur ideal yang akan memimpin kota pasuruan.

Gejolak terjadi di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Pasuruan. Desas-desus yang menyebut bahwa DPP PKB akan merekom kandidat yang bukan kader Partai membuat warga PKB resah.

Diantara yang meneriakan keresahan warga PKB adalah M. Pardi. Loyalis dan kader PKB asal Gadingrejo Kota Pasuruan ini mengungkapkan keresahan dan kerisauan warga dan simpatisan PKB Kota Pasuruan.

“Kami mencermati dinamika politik pilkada kota pasuruan. Warga dan simpatisan PKB resah dengan semakin mencuatnya isu DPP yang akan merekom cawali bukan kader” Jelasnya.

Dirinya selaku kader meminta semua pihak khususnya DPC, DPW dan DPP PKB untuk teguh memegang platform politik PKB-NU sebagai satu sanad perjuangan dan satu sanad ideologis.

“Kita harus istiqomah dalam memegang prinsip ideologi partai. Bahwa PKB adalah Partai yang lahir dari ulama dan berangkat dari sosiokultur Nahdliyin. Jangan sampai ada orang yang tidak pernah berjuang di PKB dan NU tapi menaiki kendaraan PKB” Tegas Cak Pardi panggilan akrabnya.

Lebih lanjut dirinya mewakili grass root menyampaikan bahwa seluruh kader akan all out memperjuangkan tegaknya ideologi Partai dan Ideologi NU dalam suksesi pemimpin di kota santri.

“Saya perlu ingatkan, DPP Mewajibkan seluruh anggota Fraksi PKB diseluruh Indonesia untuk ikut Kaderisasi NU. Tapi jangan sampai kebijakan ideologis ini dicederai dengan memberikan rekomendasi pilkada kepada orang yang bukan kader NU, tidak pernah berjuang di NU” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *