Gowes !!! Cara PCNU Kota Pasuruan Konsolidasi Organisasi

Pasuruan – Jelang pelantikan pengurus PCNU Kota Pasuruan lakukan gerakan konsolidasi internal dengan cara yang unik dan baru. Melalui Ketua Tandfidziyah yang milenial Gus H.M. Nailur Rahman memanfaatkan weekand untuk turun ke basis ranting NU.

Agenda konsolidasi organisasi PCNU Kota Pasuruan yang dikemas dalam acara gowes bersepeda pada Minggu Pagi (5/07), merupakan ikhtiar dari Pengurus PCNU untuk lebih dekat dengan masyarakat dan basis struktural organisasi ranting NU yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Dengan dipimpin oleh Gus Amak (Red-Panggilan akrab H.M. Nailur Rahman) Beberapa jajaran pengurus Tandfidziyah dan Suriyah penuh semangat mengayuh sepeda.

Rute yang dilalui adalah mulai titik start Kantor PCNU Kota Pasuruan kemudian menuju Pertemuan Turba di Ranting NU Randusari Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.

Bertempat di Rumah Salah satu pengurus PCNU Kota Pasuruan H. Nurul Jadid, dialog Turba antara Pengurus PCNU Kota Pasuruan dengan Ranting NU diantaranya adalah Ranting NU Randusari, Karangketug dan Petahunan.

Gus Amak dalam arahannya menjelaskan bahwa ada tiga hal besar yang dituju dalam giat yang sedianya akan dilangsungkan tiap minggu pagi itu.

Pertama, Konsolidasi Organisasi. Pengurus harus menata niat pengabdian dan perjuangan di NU secara totalitas serta berkomitmen sebagai santri Hadratus Syech KH. Hasyim Asy’ari. Kemudian menjalankan fungsi organisasi dengan baik dan menghidupkan kegiatan di level MWC & Ranting NU. Selanjutnya Menata administrasi organisasi dengan menjalankan tata lakasana organisasi dengan benar (Patuh Administrasi MWC+Ranting). Juga ditekankan untuk menjalin Sinergisitas Banom di semua level kepengurusan.

Kedua, Pemantapan Kaderisasi. Hal ini kewajiban pengurus dan kader NU, karena NU itu bersanad sehingga pengurus wajib mengikuti pengkaderan NU baik MKNU maupun PKPNU.

Ketiga, Gerakan Filantropi. Menggerakkan gerakan Filantropi di masyarakat melalui JPZIS di mushollah dan masjid sbg bentuk kemandirian organisasi untuk selalu hadir berkiprah di masyarakat. PCNU menurut Gus Amak akan bersinergi dan berkolaborasi dengan semua Banom serta lembaga untuk gerakan sosial umat.

KH. M. Nailur Rohman Selaku Ketua Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan Memberikan arahan pada gowes turba.

“Orang yang mau mengurusi NU itu sama ampuhnya dengan orang yang istiqomah wirid. Mari memperbaiki niat dalam berkhidmad di NU. Kita pastikan bahwa kegiatan gowes ini selain lagi ngetren dimasyarakat tapi juga kita manfaatkan dengan berkhidmad ke NU melalui turba ke ranting dan MWC” Jelas Gus Amak.

Agenda dialog turba yang berlangsung selama lebih dari satu setengah jam itu dihadiri dan dibuka dengan tausiyah dari Rois Suriyah PCNU Kota Pasuruan KH. Khalim Mas’ud.

Dalam tausiyahnya KH. Khalim Mas’ud menyampaikan bahwa inti dari pertemuan ini adalah menguatkan jalinan silaturahim antara PCNU Kota Pasuruan dengan Ranting NU dan MWC NU.

“Tingkatkan silaturahmi di pengurus ranting secara interen, ada kegiatan ataupun tidak. Agar tidak timbul kesalahpahaman” Dawuh beliau dihadapan audiens yang hadir.

Lebih lanjut KH. Khalim Masud memberi arahan kepada pengurus Ranting dan MWC yang hadir. “Menjadi tokoh masyarakat itu adalah sebuah anugerah dan amanah.
Orang yang mau berkhidmah walaupun kurang berilmu lebih mulia daripada orang berilmu tapi tidak mau berkhidmah” Jelasnya memberikan motivasi.

KH. Khalim juga meminta pengurus unruk Menggali persoalan di tingkat bawah, kemudian meningkatkan amaliyah NU di tingkat bawah seperti istighosah dan lain sebagainya.

“Agar kita bisa memberi contoh kepada masyarakat bahwa Ketika ada permasalahan solusinya yang pertama adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *