Guru Honorer Harapan Untuk Pak YES Ke Depan

Guru Honorer Harapan Untuk Pak YES Ke Depan

LAMONGAN|jurnalexpress.com – Sering kita dengar,guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru memiliki tugas yang berat, mengenalkan berbagai macam hal baru kepada kita hal-hal yang belum bahkan sama sekali tidak kita kenali atau ketahui sebelumnya. Pada dasarnya guru sangatlah memegang peranan penting bagi keberlangsungan pendidikan atau ilmu pengetahuan yang masuk ke dalam otak kita masing-masing.

Coba kita bayangkan bersama apabila tidak ada guru yang mengajari kita. Apakah kita bisa menjadi orang yang pintar? Mengerti berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi? Sepertiya tidak, karena dengan atau tanpa kita sadari sebenarnya kita sangat membutuhkan jasa dari guru.

Andai tidak ada guru, kemungkinan besar kita menjadi orang yang bodoh dan miskin ilmu. Tugas guru adalah mentransformasi generasi penerus dari yang tidak tahu apa-apa menjadi serba tahu demi masa depan yang gemilang, lebih berbudaya sekaligus membangun peradaban yang lebih maju.

Guru, menjadi guru itu sangatlah mulia. Hak seorang guru lebih baik diindahkan melebihi seluruh hak, dan lebih wajib dijaga karena merupakan sumber ilmu. Bagai sumur yang harus terus digali agar kita mendapatkan air (ilmu) yang banyak sehingga suatu saat nanti kita tidak merasa kehausan karena kekurangan ilmu dalam menghadapi perkembangan zaman.

Sangat disayangkan, guru yang seharusnya mendapatkan timbal balik yang sesuai akan tetapi malah mendapatkan upah atau insentif yang pas-pasan bahkan dirasa kurang jika untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Hingga pada suatu malam tepatnya hari Selasa (9/6), Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) Lamongan datang ke rumah dinas Pak YES dan menyampaikan keluh kesahnya selama ini mengenai insentif yang mereka terima.

“Kita ingin kesejahteraan, honor PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Lamongan dibagikan sebagaimana tetangga sebelah. Probolinggo, Tuban, Gresik, sudah menerima honor 600ribu sampai 900ribu satu orang perbulan. Sementara kita, insentif yang dari daerah baru berkisar di angka 200ribu sampai 300ribu perbulan” curhat mas Susilo Pramono yang merupakan perwakilan FHSNK Lamongan.

Pak YES menerima keluh kesah dan menanggapi hal tersebut dengan baik. “Ini menjadi perhatian saya ke depan karena memang guru harus sejahtera. Insyaallah akan saya perjuangkan ke depannya, cuma memang tidak signifikan. Bertahap setiap tahunnya” Tegas Pak YES.

Banyak sekali harapan FHSNK kepada Pak YES, salah satunya adalah kesejahteraan guru honorer. Pak YES tidak bisa menjanjikan insentif langsung naik menjadi 600ribu, akan tetapi insyaAllah akan terus diperjuangkan kenaikannya secara bertahap. Mudah-mudahan harapan FHSNK dapat diijabah karena memang ada sekitar 3.700 guru se-Kabupaten Lamongan tergabung dalam FHNSK yang dinilai kurang sejahtera.

Reporter:(m.supriyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *