Dede Farhan Aulawi, Implementasi Palmistry Modern dalam Pengembangan SDM

Dede Farhan Aulawi, Implementasi Palmistry Modern dalam Pengembangan SDM

 

Jakarta | jurnalexpress.Com,- Sangat menarik mengamati perkembangan persepsi publik dalam menterjemahkan sebuah istilah atau fenomena dari sepenggal pengertian yang seringkali keliru. Ada beberapa karakteristik yang mungkin perlu dirubah secara bertahap dengan membangun sebuah struktur narasi yang kira – kira mudah dicerna. Memang tidak gampang ketika literatur yang minim ditambah dengan minimnya literasi publik. Tema yang ingin diangkat kali ini terkait penerapan ilmu Palmistry Modern dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pada kesempatan ini media mewawancarai Pemerhati Palmistry Modern Dede Farhan Aulawi yang pernah mempelajari palmistry modern di Internasional School of Astrology, New Delhi – India dan pelatihan Modern Hand Analysis and Palmistry dari The London School of Astrology, London – UK. Dede dihubungi di Jakarta melalui sambungan seluler, Selasa (2/6).

Pada dasarnya Dede selalu menjelaskan kekeliruan persepsi yang seringkali terjadi di publik bahwa ilmu palmistry itu sebagai alat untuk meramal masa depan seseorang. “ Ini yang keliru “, katanya. Palmistry adalah sebuah metode dan keterampilan untuk membaca ciri-ciri kepribadian, bakat, dan kebutuhan berdasarkan beberapa indikator yang ada di telapak tangan.
“ Jadi misalnya terlihat di telapak tangan ada ciri – ciri karakter seseorang yang malas dan mudah putus asa, maka bisa diprediksikan masa depannya kurang bagus. Jadi palmistry sebagai alat dan metode untuk membaca karakternya, BUKAN untuk meramal masa depannya. Selanjutnya setelah membaca karakter tadi, seorang ahli palmistry akan memberi nasihat – nasihat agar tidak malas, jangan mudah putus asa, dan lain – lain. Inilah yang perlu diluruskan agar tidak terjadi kekeliruan yang berkelanjutan. Itulah sebabnya ilmu palmistry modern ini sudah mulai banyak diterapkan dalam praktek SDM, khususnya saat proses seleksi calon karyawan atau dalam sistem pembinaan karir karyawan “, ujar Dede.

Palmistry atau kiromansi atau kirologi adalah ilmu untuk membaca karakter dan kepribadian seseorang berdasarkan garis di telapak tangan seseorang, lalu kemudian memberikan saran – saran perbaikan untuk meningkatkan kualitas diri demi masa depan yang lebih baik. Orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ini disebut Kirolog atau Palmis, alias Analis Garis Tangan. Ilmu ini bukan ilmu baru karena sudah berkembang sejak lama, baik di India, Mesir, Tibet, Tiongkok, Persia, Sumeria, Israel Kuno ataupun Babilonia.

Dari pembacaan karakter dan perilaku ini, selanjutnya bisa dikembangkan dengan analisa SWOT, yaitu untuk mengevaluasi kekuatan (strenght), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) bagi seseorang agar bisa merumuskan strategi dengan mengeksplor keunggulan kompetitif yang dimilikinya. Itulah sebabnya dalam manajemen modern banyak dikaitkan dengan Talent Mapping, Placement dan Skill Inventory. Meskipun dalam praktek empirik dalam tinjauan sejarah, palmistry ini sudah digunakan oleh Julius Caesar saat memilih dan mengangkat para pembantu/ pejabat di lingkungan istananya. Lalu tahun 1477 seorang ahli medis bernama Michael Scotts juga sudah menggunakan dan menyinggung tentang palmistri dalam bukunya yang berjudul “De Physiognomy”, sebuah buku tentang analisa tubuh manusia. Kemudian di abad ke-17 bermunculan berbagai buku tentang palmistri yang mana kebanyakan lebih berbau mistik, tanpa penjelasan ilmiah. Itulah sebabnya dalam sejarah perkembangannya banyak kekeliruan karena pendekatan “mistik” dianggap lebih menarik, lebih banyak penggemarnya dan terkesan lebih seram. Akhirnya mulai abad ke-18 mulai muncul buku-buku palmistri yang mengoreksi kekeliruan tafsir di atas. Palmistri mulai dianggap sebagai upaya membaca pola pikir seseorang dan penerapannya dalam kehidupan, bahkan dikaitkan dengan psikologi modern yang juga dipraktekan dalam teknik penyembuhan holistik.

Dalam praktek pembacaan gurat tangan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Bukan sekedar buka telapak tangan lalu dilihat – lihat garisnya saja. Sebelum dibuka telapak tangannya, orang tersebut harus dalam kondisi yang relax (santai) agar garis tangan yang sesungguhnya terlihat dengan sebenarnya. Sebab dalam kondisi tegang atau bercanda ada perubahan kontur garis yang bisa menmbulkan efek terlihat atau tidak terlihat. Selanjutnya membersihkan telapak tangan dengan semprotan yang wangi agar membantu juga efek relax dan tenang. Tak lupa kebersihan dan kenyamanan tempat praktek menjadi penting. Adapun telapak tangan yang sering dilihat adalah telapak tangan kanan (kecuali bagi yang kidal) terlebih dahulu, baru selanjutnya ke telapak tangan kiri. Telapak tangan berkaitan dengan jaringan syaraf otak kiri yang berkaitan dengan logika, sementara telapak tangan kiri berkaitan dengan syaraf otak kanan yang berkeaitan dengan seni dan kreativitas. Kecermatan dan kejelian dalam melihat setiap kontur garis akan meningkatkan tingkat keakurasian pembacaan. Itulah sebabnya palmistry masuk pada kategori keterampilan, artinya tidak cukup hanya dengan pengetahuan saja tetapi juga harus sering dipraktikan. Jam terbang ini akan meningkatkan kemahiran dalam keterampilan.

Prinsip dasar dari palmistry adalah pembacaan 5 garus utama, yaitu (1) Garis Kehidupan/ Life line, yaitu garis mulai dari pangkal telapak tangan dan melengkung ke atas melingkari bola ibu jari, dan berakhir di antara ibu jari dan jari telunjuk. Ini berkaitan dengan mental emosional.(2) Garis Kepala/ Head line, mulai di bagian luar telapak tangan, di sisi antara lipatan ibu jari dan jari telunjuk, dan berakhir di tengah telapak tangan. Ini berkaitan dengan semangat belajar, berkomunikasi, kreativitas, dan kemampuan artistik. (3) Garis jantung/ Heart line, garis yang berjalan di bawah pangkal jari-jari dan berakhir di jari tengah atau jari telunjuk. Ini berkaitan dengan kepekaan rasa, romantika dan kesehatan hati. Namun jangan lupa membedakan romatika verbal dan romantika sikap yang terlihat dari anak cabang garis diantara lengkungan. (4) Garis nasib/ Fate Line yaitu garis vertikal yang berjalan lurus ke tengah telapak tangan, dari pangkal ke arah jari tengah. Ini berkaitan dengan kedewasaan, ketegaran, dan kecerdasan dan dorongan kuat untuk sukses. (5) Garis Matahari/ Sun Line atau garis Apollo yang berkaitan dengan bakat, popularitas, dan keterampilan.

“ Jika kita mengikuti kursus/ pelatihan palmistry modern di beberapa negara sebenarnya syarat kelulusannya sangat ketat. Meskipun saat ini ada juga beberapa kurusus online yang hanya sekedar menambah pengetahuan saja. Memang ada dua kategori, yaitu short course yang hanya seminguan, atau ada juga yang setingkat diploma. Silabus secara umum membahas tentang Reading Method, Hand Types, Quadrangle & Great Triangle, Fingers and Thumb, Fingerprints, Wrist, Mounts, Major and minor Lines, Rings and Loops dan Common Marks. Sementara untuk tingkat diploma, ada beberapa pilihan jurusan yang lebih spesifik lagi, yaitu Diploma In Astrology (DIA), Diploma in Palmistry (DIP), Diploma in Feng Shui Chinese, Diploma in Gems & Crystals (DIG), Diploma in Numerology (DIN) dan Diploma in Tarot Reading (DIT). Ada juga yang dipisahkan dalam tingkatannya menjadi Basic Course Level I dan Advance Course Level II “, pungkas Dede menunjukkan kedalaman pemahaman akademis terkait subjek palmistry modern ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *