MENERIMA KEBENARAN DARI SIAPA SAJA, KALAU BELAJAR HARUS PILIH-PILIH GURU

 

Gus Supri, lamongan

MENERIMA KEBENARAN DARI SIAPA SAJA, KALAU BELAJAR HARUS PILIH-PILIH GURU

Bismillaah…

Lamongan ,| jurnalexpress.com
Menerima kebenaran dari siapa saja, asalkan itu adalah benar-benar suatu kebenaran dan dipastikan itu valid. Sebagaimana kisah dalam shahih Bukhari tentang Abu Hurairah yang diberitahu oleh setan :

“Membaca ayat kursi sebelum tidur, maka setan tidak akan bisa mengganggu hingga pagi hari”
Kemudian Abu Hurairah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau membenarkan informasi dari setan tersebut. Dalam hal ini Abu Hurairah :
1) Mengecek kebenaran informasi tersebut agar valid
2) Setelah tahu kebenarannya, beliau menerima dan tidak gengsi atau menolak karena informasi itu diberitahu oleh musuh agama yaitu setan

Jika kita mendapatkan nasehat yang baik dari siapa saja, hendaknya kita berusaha lapang dada menerima. Akui saja kita salah dan bersyukur tahu bahwa kita salah serta segera memperbaikinya. JANGAN-lah membalas kepada orang yang memberi nasehat dengan kata-kata “Sok suci kamu” “Gue gak akan teriasehat dari orang macam kamu”

Berbeda dengan ketika belajar, maka kita harus pilih-pilih guru. Karena guru sangat memberikan pengaruh kepada kita. Belajar dengan guru yang lurus tauhid dan aqidahnya, baik akhlaknya serta lembut dan bijak dalam berdakwah.

Seorang ulama Muhammad bin Sirin berkata,

ﺇﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺩﻳﻦ ﻓﺎﻧﻈﺮﻭﺍ ﻋﻤﻦ ﺗﺄﺧﺬﻭﻥ ﺩﻳﻨﻜﻢ

”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapakah kalian mengambil agama kalian”. [Muqaddimah Shahih Muslim]

Demikian juga Allah memerintahkan nabi Musa agar belajar kepada Nabi Khidir karena nabi Musa belum memiliki ilmu yang ada pada nabi Khidir.

Nabi Khidir jelas adalah seorang guru yang baik.

ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻫَﻞْ ﺃَﺗَّﺒِﻌُﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﻌَﻠِّﻤَﻦِ ﻣِﻤَّﺎ ﻋُﻠِّﻤْﺖَ ﺭُﺷْﺪًﺍ

“Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu ?” [Al-Kahfi : 65-66]

Demikian semoga bermanfaat

M supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *