PASIEN CORONA MENINGKAT, PETUGAS GABUNGAN PERKETAT KENDARAAN MASUK LAMONGAN

Petuga memeeriksa kendaraan di lamongan Pemeriksaan kendaraan berplat luar Lamongan jum.at (01-05-2020) siang

PASIEN CORONA MENINGKAT, PETUGAS GABUNGAN PERKETAT KENDARAAN MASUK LAMONGAN

Lamongan| Jurnalexpress.com Penjagaan empat pos pengawasan dan pengamanan di Lamongan diperketat. Setiap kendaraan yang masuk Lamongan diperiksa. Itu dilakukan setelah penderita positif Corona meningkat.
Empat pos yang menjadi pintu utamanya masuknya kendaraan ke Lamongan itu di antaranya pos check point Stadion Surajaya, Terminal Lamongan, Rowosemando Babat dan check point Wisata Bahari Lamongan (WBL Paciran.

Ada sebanyak 68 personel gabungan, terdiri dari TNI-Polri, Dishub dan tenaga medis yang diterjunkan di 4 pos tersebut. “Personel yang ditugaskan harus memperketat pengecekan kendaraan yang keluar masuk wilayah Lamongan,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Harun kepada wartawan, Jumat (1/5/2020).

Harun mengungkapkan, pemeriksaan tidak hanya fokus pada kendaraan dengan nopol luar daerah. Tapi juga semua jenis kendaraan yang keluar masuk Lamongan. Pengawasan dengan pengecekan suhu badan juga diberlakukan bagi penumpang, termasuk juga pada pengemudi kendaraan.

“Dites suhu badan, tujuannya persuasif serta edukasi dan sampai saat ini kami belum menemukan yang bersuhu tubuh tinggi,” tambahnya.

Tak Pernah Bepergian
Penjagaan dan pengawasan secara ketat, menurutnya, diterapkan semata-mata untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 dan ini diperlukan adanya kesadaran semua lapisan masyarakat. Tak hanya penumpang dan pengendara, pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bawaab dan juga kendaraan.

“Ini juga masuk dalam perwujudan Operasi Ketupat Semeru 2020. Jadi penyekatan pemeriksaan kendaraan umum maupun pribadi adalah dalam rangka larangan mudik oleh pemerintah dan dilakukan serentak di 4 pos check point,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Lamongan AKP Danu Anindito Kuncoro Putro menambahkan, ada beberapa kendaran yang diarahkan untuk putar balik kembali ke tempat asal. Sebab, tidak mematuhi larangan pemerintah terkait larangan mudik.

“Kita arahkan kendaraan secara humanis kembali atau putar balik ke tempat asal,” pungkas Danu.

Sementara angka positif COVID-19 di Lamongan saat ini terdata 42 pasien positif COVID-19, 127 PDP dan 342 ODP.

(M.supriyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *